in , ,

Jika IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Hentikan Trading

Bursa saham Selandia Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) hentikan trading secara sementara jikalau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5 persen. Ketetapan ini mulai diimplementasikan pada hari ini, Rabu 11/3/2020.

Berdasarkan berita dari CNNIndonesia.com, BEI hentikan trading halt selama kurang lebih 30 menit bila IHSG anjlok lebih dari 5 persen.

Menurut Sekertaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 10 persen, trading halt akan dilakukan. Lebih lagi, jika IHSG merosot lebih dari 15 persen, BEI akan melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan.

Suspensi ini akan dilakukan hanya sampai selesainya sesi perdagangan pada hari ini. Suspensi trading bisa saja terjadi lebih dari satu sesi perdagangan, jika sudah ada persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Aji juga menambahkan bahwa ketetpan ini berlaku sejak hari ini samapai batas waktu yang belum ditentukan.

Pengimplementasian trading halt ini adalah tindak lanjut dari Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-274/PM.21/2020. Surat ini membahas tentang adanya trading halt di trading Bursa Efek Indonesia di saat kondisi pasar modal sedang mengalami tekanan.

Baca Juga  10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar Tahun 2020 Part 1

Trading halt ini juga menindak lanjuti Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020. Surat ini kan membahas tentang perubahan arahan penanganan berlanjutnya perdagangan di BEI jika ada kondisi darurat.

Seminggu belakangan ini, IHSG mengalami jatuh bebas yang dikarenakan berkembangnya virus Corona di penjuru dunia. Dilansir dari worldometers.info, pada Rabu (11/3) sudah terjadi 119.117 kasus virus Corona dan virus ini sudah merenggut 4.295 korban jiwa. Lebih-lebih, IHSG sempat merosot sebesar 6,58 persen ke titik 5.136 di Seni  (9/3) lalu.

Untuk mencegah IHSG jatuh bebas, Menteri BUMN Erick Thohir mengkomandokan 12 perusahaan BUMN untuk buyback sahamnya yang tersirkulasi di publik.

IHSG diprediksi merosot

Bursa Saham Asia Menguat Efek Stimulus Fiskal

Harga Emas menguat

Harga Emas Merosot Akibat Stimulus Ekonomi AS