in , ,

Pasar Saham Tidak Stabil, Harga Emas Berpotensi Naik

Harga Emas merosot

Dengan ketidakstabilan pasar saham, harga emas berpotensi naik untuk sementara waktu. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya harga emas dunia pada perdagangan Rabu kemarin (11/3/2020). Padahal, pada perdagangan Selasa (10/3/2020) harga emas sempat merosot cukup jauh jauh.

Perdaganan pasar saham sedang ada pada fase roller coaster. Fase ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih kurang bagus, sehingga banyak investor yang menggunakan emas sebagai safe haven. Safe haven adalah aset yang memiliki nilai risiko rendah, sehingga banyak digunakan ketika kondisi pasar tidak stabil.

Rabu pukul 16.03 kemarin, harga emas naik 0,54 persen dan bertengger di posisi US$ 1.657,91/troy ons di pasar spot. Sedangkan, pada Selasa (10/3/2020) kemarin, harga emas sempat terjun 1,82 persen.

Merosotnya harga emas dunia waktu itu disebabkan oleh melonjaknya bursa saham Amerika Serikat setelah melorot lebih dari 7 persen pada awal minggu ini. Bursa saham Amerika Serikat melonjak sekitar hampir 5 persen pada Selasa kemarin.

Kenaikan ini terjadi karena Donald Trump mengeluarkan rencana kebijakan tidak adanya Pajak Penghasilan (PPh) alias 0% untuk pengusaha dan karyawan sampai akhir tahun 2020. PPh 0% ini direncanakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga roda perekonomian bisa berputar cepat di saat wabah Corona.

Baca Juga  Mau Gaji 60 Juta? Yuk Lamar di Beberapa Posisi E-Commerce

Akan tetapi pelaku sentimen pasar kembali negatif pada Rabu kemarin karena banyaknya kasus virus Corona di AS. Sudah terjadi 1.037 kasus virus Corona di AS dengan 28 orang meninggal pada Rabu kemarin.

Menurut data dari worldometers, ada 126.262 kasus pandemi Corona di berbagai negara. Sedangkan korban jiwa dari pandemi ini adalah 4.633 per Kamis ini (12/3/2020) ini.

Apakah Harga Emas Berpotensi Naik?

Harga emas kini ada di posisi US$ 1.663/troy ons yang merupakan resisten paling dekat. Selama ada di posisi tersebut, harga emas berpotensi naik ke titik US$ 1.655/troy ons.

Jika harga emas melewati lever tersebut, resiko untuk merosot ke level US$ 1.650/troy ons akan muncul. Kemungkinan support berada di titik US$ 1.645/troy ons jika emas terus melemah.

Akan tetapi, jika emas bisa melewati konsisten di atas US$ 1.663/troy ons, emas diproyeksikan akan naik ke level US$ 1.669/troy ons. Sedangkan resisten selanjutnya akan ada di titik level US$ 1.677/troy ons.

Baca Juga  Rupiah Kian Melemah, Berikut Penyebabnya!

Untuk harga emas Antam masih merosot sebesar 0,28 persen pada perdagangan Rabu (11/3/2020) kemarin. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga emas dunia pada Selasa (10/3/2020). Turunnya harga emas dunia karena adanya stimulus fiskal untuk menopang pasar saham dan spekulasi penurunan suku bunga oleh bank sentral.

Asal-usul broker forex

Bagaimana Asal-Usul Broker Forex?

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Maret 2020