in , ,

Stimulus Untuk Menjaga Pasar Saham dari Pemerintah

Stimulus untuk menjaga pasar saham

Stimulus untuk menjaga pasar saham diluncurkan karena Prestasi bursa saham domestik sedang dalam keadaan yang kurang bagus belakangan ini. Di rentang waktu 3 bulan kurang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah terjun bebas sejumlah 20,59% secara year to date.

Di awal tahun, prestasi IHSG terlihat cukup baik. Hal ini terjadi setelah ada sinyal perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China  terlihat akan berakhir. Kedua pihak pernah menandatangani perjanjian tahap I. Perjanjian ini membahas tentang kesepakatan tarif masuk impor untuk barabg dari kedua negara.

Akan tetapi wabah virus corona menjadi momok untuk dunia. Wabah Corona menjadi momok karena adanya banyak kasus dan cepatnya penyebaran secara global.

Dilansir dari worldometers, kasus virus Corona terjadi sebanyak 126.367 kasus di seluruh dunia. Korban jiwa dari kasus ini ada sebanyak 4.633 orang. Di sisi lain, korban Corona yang sudah sembuh ada 68.304 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa virus ini sudah mencapai level pandemi. Level pandemi ditentukan dari cepat dan luasnya penyebaran,  bukan dari banyaknya kasus atau korban jiwa.

Baca Juga  Level Corona Menjadi Pandemi, IHSG Diprediksi Merosot

Dengan berubahnya level Corona ini membuat IHSG menjadi layu. Di penutupan sesi I pada Kamis (12/3) ini, IHSG mengalami pemerosotan sebanyak 2,94% dan ada di level 5.002,56.

Oleh karena itu Pemerintah, melalui Kementrian Keuangan, memberikan stimulus untuk menjaga pasar saham. Stimulus ini berbentuk insentif pajak penghasilan (PPh), contohnya adalah PPh Pasal 21 dan PPh 25 atau korporasi.

Penerapan insentif PPh Pasal 21 dinantikan dapat melindungi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan adanya PPh 21, pajak akan ditanggung oleh pemerintah, sehingga pekerja bisa memperoleh gaji mereka tanpa ada potongan apa-apa.

Sementara itu, PPh pasal 25 diperuntukkan untuk korporasi atau perusahaan. Dengan adanya relaksasi, arus uang perusahaan diharapkan tidak tertahan di sistem perpajakan. Dengan kata lain, pemerintah akan mengambil atau memperhitungkan pajak perusahaan pada akhir tahun.

Kondisi Harga Batu Bara

Pandemi Corona, Bagaimana Kondisi Harga Batu Bara?

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?