in , , ,

BEI Mengubah Batas Auto Rejection ke 7%

R
Photo by M. B. M. on Unsplash

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah batas auto rejection yang sebelumnya sebesar 10 persen turun menjadi 7 persen. Ketetapan tersebut mulai diimplementasikan disaat pasar modal Indonesia sedang tertekan beberapa hari belakangan ini.

Auto rejection adalah  penolakan otomatis yang dilakukan sistem perdagangan efek. Hal ini akan berlangsung di bursa terhadap negosiasi jual atau permintaan beli efek yang bersifat ekuitas. Jika harga tersebut melebihi limit harga atau jumlah yang ditentukan oleh BEI, maka auto rejection akan diberlakukan secara otomatis.

Batasan auto rejection yang sedang berlaku saat ini adalah harga tawaran jual atau permintaan beli saham yang diterima oleh Jakarta Automated Trading System (JATS). Batas auto rejection bawah adalah 7 persen dibawah acuan harga, sedangkan lebih dari 35 persen untuk batas atas. Aturan ini hanya untuk saham dengan rentangan harga Rp50 sampai dengan Rp200.

Untuk saham yang memiliki rentang harga lebih dari Rp200 sampai dengan Rp5.000 memiliki aturan yang berbeda. Batas atas auto rejection adalah lebih dari 25 persen dan batas bawah 7 persen di bawah rujukan harga.

Baca Juga  Bulan November , Saatnya Beli atau Jual Saham Ya?

Sementara itu, saham yang memiliki harga diatas Rp5.000 memiliki ketentuan yang berbeda lagi. Batas atas auto rejection adalah lebih dari 20 persen dan 7 persen di bawah rujukan harga.

BEI juga mengubah ketentuan auto rejection untuk perdagangan perdana. Perdaganhan perdana adalah perdagangan saham produk penawaran umum yang pertama kali diperdagangkan di bursa. Perubahan tersebut adalah yang awalnya dua kali persentase limit auto rejection menjadi satu kali limit auto rejection.

Aturan terakhir yang diubah BEI adalah aturan di sesi pra-pembukaan. BEI mencabut semua saham dari daftar saham yang diperdagangkan pada sesi pembukaan. Hal ini mengakibatkan tidak adanya saham yang bisa diperjual belikan saat sesi pra-pembukaan.

Semua ketentuan ini diimplementasikan mulai Jumat (13/3) ini hingga batas waktu yang akan ditentukan nanti.

Ketentuan ini berlakukan karena pasar modal global dan domestik yang sedang tertekan akibat pandemi Corona.

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?

Bursa Saham Asia Tergelincir

Bursa Saham Asia Tergelincir Lagi