in , ,

Saham Bank Turun, Bahkan Sampai Kena ARB

Bursa saham Asia
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Banyak sekali saham bank turun di perdagangan pagi ini, Jumat (13/3). Hal ini menjadi penyebab merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham bank turun sangat tajam, bahkan ada nilai saham bank yang menyentuh level auto reject bawah (ARB).

Dilansir dari data perdagangan BEI, nilai saham bank yang merosot paling kecil adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang jatuh sebanyak 3,47 persen. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang merosot 5,58 persen dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak 6,61 persen. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 6,65 persen dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) turun 6,67 persen. Penurunan paling besar dirasakan oleh oleh BNI dan Bank Danamon. Nilai PT PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) turun 6,87 persen dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) anjlok sampai 6,90 persen.

Turunnya saham perbankan tersebut memberikan efek yang cukup besar untuk turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merosot sampai 5 persen dan perdagangan harus berhenti selama 30 menit. Perdagangan dibuka kembali pukul 09.45 WIB. Sampai penutupan sesi I pedagangan, IHSG anjlok 5,02 persen dan bertengger di level 4.649,97.

Baca Juga  IHSG Berada di Zona Hijau Berkat RAPBN Jokowi-Sri Mulyani

Diambil dari data BEI, trading harus dihentikan sementara (trading halt) di sistem perdagangan Bursa Efek Indonesia pukul 09:15:33 waktu JATS. Hal ini terjadi karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas hingga mencapai 5 persen.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerbitkan strategi tertentu. Strategi tersebut dibuat untuk antisipasi fluktuasi di pasar modal yang makin tajam beberapa hari ini.

Setelah sistem kembali dibuka, IHSG masih terlihat ada pelemahan yang cukup besar. Pelemahan tersebut terjadi sebesar 5,02 persen dan membuat IHSG bertengger di level 4.649,97 waktu penutupan perdagangan sesi I.

Harga Emas merosot

Harga Emas Jatuh Mengikuti IHSG dan Rupiah, Kok Bisa?

pasar saham as terjun bebas

Pasar Saham AS Terjun Bebas, Rekor Terburuk!