in , ,

BEI Minta Investor Tenang Ketika IHSG Melemah

IHSG melemah
Photo by Geralt on Pixabay

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor untuk bersikap rasional disaat indeks harga Saham Gabungan (IHSG) melemah. Pelemahan IHSG terjadi karena adanya pandemi wabah virus corona belakangan ini. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyebut kegelisihan investor justru akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah makin dalam.

Dilansir dari worldometers, sudah terjadi sekitar 145.361 kasus virus Corona di seluruh dunia, per Sabtu (14/3) pukul 7:34 WIB. Virus ini sudah merenggut 5.416 korban jiwa. Akan tetapi, pasien yang sudah sembuh pun semakin meningkat, yaitu sebanyak 70.931 pasien.

IHSG Melemah Investor Harus Tenang

Perdagangan IHSG harus dihentikan sementara dalam dua hari berturut-turut. Hal ini harus dilakukan disaat pasar saham terjun bebas sejumlah 5,01 persen pada perdagangan Kamis (12/3) dan Jumat (13/3). Hanya berselang 30 menit setelah dibuka pada perdagangan Jumat (13/3) kemarin, IHSG tergelincir ke posisi 4.650 yang sebelumnya dibuka di level 4.895.

Inarno, pada Jumat (13/3) menyatakan bahwa Investor harus berpikir lebih rasional dalam menghadapi kejadian ini. Investor diharapkan tidak menjual saham tanpa berpikir rasional terlebih dahulu dan jangan sampai panik.

Baca Juga  Menutup Hari Jumat, IHSG Menguat

Inarno menyayangkan aksi jual saham yang memiliki nilai fundamental baik di saat anjlok. Menurut dia, investor seharusnya mengkoleksi saham pada saat harga murah, bukan menjual. Sudah barang tentu investor harus meneliti fundamental perusahaan sebelum menarik modal dari perdagangan.

Sentimen negatif ini tidak hanya menyerang pasar domestik, namun juga menyerang pasar global. Pemerosotan tajam juga dialami oleh bursa saham Wall Street. Wall Street mengalami pemerosotan lebih dari 10 persen dalam sehari.

Inarno mengungkapkan bahwa dalam data laporan keuangan September-Desember, BEI mendapat pendapat bersih sekitar 79 persen. BEI mendapat keuntungan lebih banyak daripada bursa ASEAN lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Singapura mendapat keuntungan sejumlah 64 persen dan Malaysia sejumlah 68 persen. Meskipun belum mendapat semua laporan keuangan yang ada di BEI, namun dari beberapa perusahaan yang melapor net income mengalami perkembangan. Perkembangan net income meningkat 4 persen dari tahun sebelumnya.

 

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya?

Investasi dan Spekulasi, Apa Perbedaannya? (3)

Investasi obligasi

Investasi Obligasi, Investasi Apa Itu?