in , ,

Mengamati Saham di Tengah Pandemi Corona

Bursa saham Asia membaik

Pandemi virus Corona yang semakin merajalela masih ‘menginfeksi’ pasar saham. Pasar dalam negeri pun terpengaruh oleh dampak virus Corona ini. Oleh karena itu investor harus sering mengamati saham di tengah pandemi Corona ini.

Pada sepanjang perdagangan minggu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merasakan penurunan yang cukup signifikan. IHSG merosot ke posisi 4.907 atau terjun bebas sebanyak 10,75 persen karena terinfeksi wabah Corona. Banyak kiat intervensi yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menanggulangi masalah tersebut.

Setelah saham luluh lebih dari 5 persen dalam sehari, BEI melakukan penghentian perdagangan (trading halt) selama 30 menit 2 hari beruturut-turut. Meskipun sudah dilakukan intervensi tersebut, indeks IHSG sempat ada di posisi terendah yaitu 4.639.

Karena kondisi pasar yang tidak kunjung bagus, BEI mengubah batas bawah atau rejection ke 7 persen dari sebelumnya 10 persen pada Jumat (13/3) lalu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aksi jual yang dilakukan investor secara masif.

Mengamati Saham yang Berpotensi

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai IHSG minggu ini pergerakan IHSG masih terseok-seok. Meskipun tidak menyarankan membeli saham dalam jumlah besar, namun Alfred meminta investor untuk mengamati saham bidang farmasi. Hal ini dikarenakan meningkatnya permintaan akan masker dan hand sanitizer yang bisa menyangga kinerja saham.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 20 Januari 2020

Oleh karena itu, Alfred menyarankan untuk mengamati saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF). KAEF tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam yaitu 18,64 persen, namun sentimen positif investor dinilai masih cukup bagus.

Alfred menambahkan untuk para investor jangka pendek jangan terburu-buru membeli saham tersebut. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan pelemahan. Untuk investor jangka panjang, Ia menyarankan saham dengan fundamental yang kuat seperti telekomunikasi, konsumer, dan perbankan.

Untuk sektor komunikasi saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (13/3) lalu. TLKM naik sejumlah 80 poin atau 2,42 persen.

Sektor konsumer memiliki hasil yang paling positif di tengah wabah Corona ini. Sebagai contoh, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), terdongkrak sebesar 3,81 persen ke level Rp7.500 per saham. Pun dengan , PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang mengalami peningkatan 0,23 persen.

Di sisi lain, sektor perbankan kurang bersinar pada perdagangan minggu lalu. BBNI terjun ke posisi 18,75 persen, diikuti dengan BMRI dengan kemerosotan 12,41 persen. BBCA dan BBRI juga tergelincir. BBCA tergelincir sebanyak 8,71 persen dan BBRI sebanyak 7,23 persen. Akan tetapi Alfred mengatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk akumulasi beli. Hal ini dikarenakan saham-saham tersebut hampir bisa dipastikan bangkit dari gelapnya efek wabah Corona.

Baca Juga  Pengertian Serta Perbedaan Emiten dan Perusahaan Publik
Menyiapkan dana darurat

Rupiah Terbang ke Rp14.700 Per Dolar AS

Harga Emas merosot

Harga Emas Naik Akibat Stimulus The Fed