in , ,

Harga Emas Naik Akibat Stimulus The Fed

Harga Emas merosot

Harga emas kembali naik pada perdagangan pagi ini setelah mengalami pemerosotan pada perdagangan minggu lalu. Sentimen positif yang membuat harga emas kembali naik  pada perdagangan pagi ini adalah strategi yang dilakukan bank sentral AS. Bank Sentral AS atau The Fed menerbitkan strategi penurunan suku bunga acuannya.

Pada perdagangan Senin (16/3) ini, harga emas di di pasar spot mengalami penguatan sejumlah 1,01% ke level US$ 1.544,81/troy ons. Harga emas sempat merosot tajam sejak selasa minggu lalu (10/3). Seminggu kemarin adalah pemerosotan harga emas yang cukup parah dengan pemerosotan sejumlah 8,95% pada senin (9/3).

Sejak diumumkannya virus Corona sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasar saham global luluh lantak. Luluhnya pasar saham global membuat emas harus dilikuidasi di titik tertingginya guna menutupi margin calls.

Analis Standard Chartered Bank Suki Cooper menyebutkan bahwa di saat pasar ada di posisi tertekan dan ada dorongan likuiditas, harga emas juga akn memperoleh tekanan jual.

Analis Komoditas UBS juga menyebutkan bahwa kondisi sekarang adalah fase di mana banyak emas di likuidasi. Banyak orang yang terkejut ketika harga emas jatuh dan beranggapan bahwa emas bukan lagi safe haven. Namun dalam kondisi ini, emas memberikan bantuan likuiditas ketika investor membutuhkan.

Baca Juga  Emas Antam Kembali Melesat, Efek Demonstrasi AS

Pada pagi ini, Senin (16/3), penguatan harga emas dipicu oleh sentimen postif The Fed. The Fed memutuskan untuk memotong suku bunga acuan sebanyak 100 basis poin (bps) menjadi 0-0,25%. Level suku bunga ini adalah level suku bunga terendah sejak tahun 2015.

Merosotnya suku bunga di AS membuat investasi emas menjadi lebih banyak dilirik. Hal ini dikarenakan emas memiliki opportunity cost yang rendah sejak merosotnya suku bunga dan emas menjadi salah satu aset yang paling banyak dilirik. Harga emas juga masih memiliki kecenderungan untuk menguat karena investor masih condong melakukan risk-off.

Bursa saham Asia membaik

Mengamati Saham di Tengah Pandemi Corona

IHSG Tergelincir

IHSG Tergelincir Lagi, The Fed Belum Bisa Redam Pasar