in , ,

IHSG Tergelincir Lagi, The Fed Belum Bisa Redam Pasar

IHSG Tergelincir
Photo by FirmBee on Pixabay

Setelah merasakan kemerosotan yang tajam seminggu kemarin, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam keadaan tergelincir. Padahal Bank Sentral AS atau The Fed sudah mencanangkan strategi pemangkasan suku bunga acuan pada pagi tadi.

Sejak seminggu kemarin IHSG tergelincir dengan jumlah pemerosotan secara mingguan sejumlah 10,7 persen (week on week/wow). Jika dilihat sejak periode  awal tahun, IHSG masih mengalami kemerosotan lebih dari 20%. Pada perdagangan awal minggu ini, Senin (16/3/) IHSG dibuka dalam posisi stagnan. Akan tetapi beberapa menit berselang, IHSG merosot lebih dari 1%  dan terus jatuh bebas sejumlah 3,8% dan bertengger di level 4.720,8.

IHSG dibuka tergelinjir mengikuti pergerakan bursa saham zona Asia pagi ini. Pada 08.51 WIB pagi ini,  ada beberapa saham yang mengalami penguatan. Indeks Topix (Jepang) mengalami penguatan 0,5 persen dan Kospi (Korea Selatan) merangkak tipis  0,01 persen. Di sisi lain, tiga indeks bursa saham Asia yang jatuh adalah China, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Shang Hai Composite (China) dan Hang Seng (Hong Kong) anjlok 2,65%, Straits Times (Singapura) jatuh sebanyak 2,86%, KLCI (Malaysia) tergelincir sebanyak 2,86%.

Baca Juga  Bisnis Makanan Anda Gagal? Simak Penyebabnya Berikut

Padahal pagi tadi The Fed sudah memberikan ‘jurus ajaib’ dengan memotong suku bunga acuan sejumlah 100 basis poin (bps) ke 0-0,25%. Pemotongan ini adalah pemotongan terbesar sejak tahun 2015. Selain itu The Fed juga melakukan Quantitative Easing (QE) seperti pada saat krisis ekonomi tahun 2008 lalu. The Fed juga bersiap membeli surat utang pemerintah dan efek beragun aset. The Fed telah mempersiap dana sejumlah US$ 40 miliar untuk pembelian aset.

Namun, pandemi Corona yang makin merajalela masih menjadi sentimen negatif untuk pasar. Corona menjadi faktor terjadi sentimen risk off di pasar.

Sebenarnya kasus ini sudah mulai mereda di China, akan tetapi virus ini lebih berkembang di luar China. Italia dan Iran mengalami pelonjakan kasus yang cukup banyak. Italia harus melakukan lock down untuk menanggulangi pandemi ini.

 

Harga Emas merosot

Harga Emas Naik Akibat Stimulus The Fed

IHSG terdongkrak

2 Saham LQ45 Kebal Lawan Virus Corona