in , ,

Corona Mewabah, Bursa Saham Asia Masih ‘Terinfeksi’

IHSG merosot
Photo by Jamie Street on Unsplash

Bursa saham Asia masih cenderung melemah di perdagangan pagi ini akibat ‘terinfeksi’ Corona. Penyebaran virus corona yang memiliki kemungkinan berujung ke resesi ekonomi membuat invester ogah-gahan berkecimpung di pasar keuangan Asia.

Investor merasa cemas karena strategi yang dilakukan oleh otoritas fiskal dan moneter belum sanggup membuat virus Corona menjadi anteng. Untuk sisi moneter, banyak bank sentral melakukan strategi yang mengejutkan, seperti penurunan suku bunga secara luar biasa. Sebagai contoh, Bank Sentral AS atau The Fed memangkas suku bunga sebanyak 100 basis poin (bps) menjadi 0-0,25 persen. Posisi ini adalah posisi terendah sejak tahun 2015.

Kondisi Bursa Saham Asia

Berikut adalah perkembangan indeks saham utama Asia pada Selasa (17/3) pukul 08.45 WIB lalu. Beberapa negara masih mengalami pemerosotan yaitu Malaysia, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Singapura. FTSE Bursa KLCI malaysia mengalami pemerosotan paling tajam yaitu sejumlah 3,27 persen. Pemerosotan selanjutnya diikuti oleh Weighted Index Taiwan sejumlah 1,86 persen. Penurunan disusul oleh KOSPI Korea sebanyak 1,09 persen, Hang Seng Hong Kong 0,27 persen, dan Straits Time Singapura 0,12 persen.

Baca Juga  THR Wajib Dipotong Pajak? Begini Penjelasannya

Di sisi lain ada beberpa negara yang mengalami peningkatan seperti China dan Jepang. Indeks SSE Composite China mengalami penguatan tipis sejumlah 0,25 persen. Peningkatan tertinggi dirasakan oleh Indeks Topix Jepang dengan penguatan sejumlah 1,75 persen.

Bursa saham Asia mengikuti kemerosotan yang dirasakan oleh Wall Street. Dini hari tadi waktu Indonesia, 3 indeks utama Wall Street mengalami terjun bebas. Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot 12,93 persen, S&P 500 ambrol 11,98 persen, dan Nasdaq Composite tergelincir sebanyak 12,32 persen. Penurunan ini adalah penurunan terburuk sejak insiden “Black Monday” pada tahun 1987 silam.

Penyebaran virus Corona semakin merajalela belakangan ini. Dilansir dari worldometers, sudah terjadi 182.605 kasus virus Corona di seluruh dunia per Selasa (17/3) pukul 10.14 WIB. Virus ini sudah menelan korban jiwa sebanyak 7.171 orang, namun pasien yang sembuh pun sudah makin banyak. Pasien yang sembuh dari wabah ini ada 79.881 orang.

Trading Bisa di Mana pun Tanpa Khawatir Virus Corona

Trading Bisa di Mana pun Tanpa Khawatir Virus Corona

ihsg pecahkan rekor

5 Saham Penyebab IHSG Terjun Bebas