in , ,

5 Saham Penyebab IHSG Terjun Bebas

ihsg pecahkan rekor
Photo by Austin Distel on Unsplash

Pada perdagangan hari ini, Senin (17/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami terjun bebas. Harga saham emiten-emiten berkapitalisasi besar (big cap) masih mengalami pemerosotan yang cukup dalam pada perdagangan pagi ini. Penyebaran virus Corona beserta dampaknya yang melebar kemana-mana masih menjadi sentimen negatif untuk investor di pasar saham domestik.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.39 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas sejumlah 3,5 persen ke level 4.526,53. Jumlah transaksi yang terjadi pada perdagangan hari ini tercatat mencapai Rp1,5 triliun.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memiliki nilai transaksi paling besar pagi ini, yaitu sebanyak Rp 255,35 miliar. Saham ini juga mengalami pemerosotan sebanyak 6,75 persen dan hampir terjadi auto reject bawah (ARB). Pun dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jumlantransaksi Rp 236,9 miliar, mengalami pemerosotan sebanyak 2 persen.

Hal yang sama juga terjadi terhadap saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham TLKM tergelincir sebanyak 6,65 persen dengan nilai transaksi Rp132 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami pemerosotan sejumlah 2,86 persen dan nilai transaksi Rp118,61 miliar. Disusul dengan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terperosok sebanyak 6,2 persen dengan nilai transaksi Rp 87,64 miliar.

Baca Juga  Pemerintah Beri Tunjangan PNS Fungsional Kataloger, Ini Jumlahnya

Padahal BNI dan BRI sudah memproklamasikan bahwa mereka akan melakukan buy back. BNI sudah menyiapkan dana sebanyak Rp1,8 triliun sedangkan BRI sebanyak Rp3 triliun. Hingga sampai saat ini, buyback masih belum bisa membuat tekanan jual pada kedua saham tersebut menjadi tenang.

Sentimen negatif virus Corona masih menjadi momok untuk investor terhadap masa depan ekonomi Indonesia dan dunia. Saat ini ada potensi resesi dan perlambatan, efek dari berhentinya gir ekonomi global. Hal ini juga menyebabkan terjadinya pemerosotan terhadap bursa saham di kawasan Asia.

IHSG merosot

Corona Mewabah, Bursa Saham Asia Masih ‘Terinfeksi’

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 17 Maret 2020