in , ,

Proyeksi Pergerakan IHSG Setelah Ada Stimulus Trump

Bursa saham Asia
Photo by StockSnap on Pixabay

Investor masih gelisah akibat penyebaran virus Corona di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan pasar saham terus mengalami tekanan, pun dengan pasar saham di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepanikan ini menyebabkan terjadinya aksi jual yang luar biasa, sehingga  Indeks Harga Saham Gabungan terus mengalami pemerosotan. Pada perdagangan Selasa kemarin (18/3), IHSG terkoreksi 4,99 persen dan bertengger di posisi 4.456,75 poin. Hal ini menyebabkan perdagangan sempat dibekukan sementara selama 30 menit pada pukul 15.02 WIB karena IHSG mengalami pelemahan sebanyak 5 persen. Badai sentimen negatif akibat virus Corona masih terlalu mengerikan.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi memproyeksikan bahwa hari ini pergerakan IHSG ada pada kisaran 4.361-4.502. Ia menerangkan bahwa meluasnya virus Corona akan menjadi pelatuk terjadinya resesi ekonomi global. Hal tersebut juga sesuai dengan riset yang dirilis oleh ekonom Goldman Sachs Grup Inc. dan Morgan Stanley. Pemicu utama pergerakan IHSG adalah jatuhnya harga saham di bursa Wall Street AS.

Baca Juga  Deretan Saham LQ45 yang Bisa Dipertimbangkan

Morgan Stanley melakukan revisi terhadap target perekonomian ekonomi global 2020. Revisi tersebut mengubah target menjadi 2,1 persen year on year (YoY) atau dengan kata lain, terjadi resesi global yang cukup masif. Angka ini merosot dari prediksi sebelumnyayaitu sejumlah 2,3 persen YoY.

Menurunnya prediksi ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah kasus Corona di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan terganggunya ekonomi global dan menjadi faktor utama dalam tertekannya pasar keuangan.

Stanley juga menyebutkan dalam risetnya bahwa banyak negara di dunia yang melakukan pengetatan terhadap keuangan mereka. Hal ini menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Di sisi lain Trump telah mempersiapkan paket stimulus sejumlah US$850 miliar hingga US$1 triliun. Hal ini dilakukan untuk menangkal tertekannya pertumbuhan ekonomi akibat penyebaran virus Corona.

rupiah menguat

Rupiah Menguat Tipis Setelah Jeblok 11 Persen

IHSG dihantui depresiasi

Waduh IHSG Sudah Drop 3 Persen Lebih!