in , ,

Waduh IHSG Sudah Drop 3 Persen Lebih!

IHSG dihantui depresiasi
Picture by Geralt on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali drop pada perdagangan Rabu (18/3). Padahal pada dua hari terakhir, IHSG mengalami kemerosotan sebanyak 9,4 persen. IHSG gagal menguat walaupun bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ada di zona hijau pada perdagangan Selasa (17/3) kemarin. Pada pukul 9.15 WIB tadi, IHSG drop sebanyak 3,04 persen dan bertengger di level 4.321,413.

Presiden AS, Donald Trump, akan memberikan stimulus senilai US$ 1 triliun sehingga membuat Wall Sreet meroket. Indeks Dow Jones meroket 5,2 persen, S&P 500 terbang 6 persen, dan yang terakhir Nasdaq Composite terdongkrak 6,2 persen.

Sebagai acuan bursa utama dunia, menguatnya Wall Street biasanya menjadi faktor penguat bagi bursa lainnya. Akan tetapi, kinerja IHSG belum mampu terdongkrak pada perdagangan hari ini. IHSG terus mengalami terjun bebas sejak awal pekan, bahkan sejak pembukaan pasar pada minggu lalu.

Seiring dengan jatuhnya nilai IHSG, ada 1 saham yang terkena batas Auto Rejection Bawah (ARB) menurut data RTI. PT Medco Energy International Tbk (MEDC) terkena ARB pada 15 menit perdagangan. Di sisi lain, 90 saham lainnya sudah merosot lebih dari 6 persen alias sudah dekat dengan batas ARB tersebut.

Baca Juga  Trading Halt Hampir Terjadi Lagi di Perdagangan Hari Ini

Saham-saham unggulan (blue chips) juga ada yang mengalami pelemahan lebih dari 6 persen. Sebagai contoh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) merosot 6,85 persen. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)  melorot 6,85 persen. PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  sama-sama tergelincir sebanyak 6,79 persen. Pun dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang mengalami kemerosotan sebanyak 6,43 persen.

Seperti pada berita sebelumnya, pada Kamis (12/3) minggu lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut adalah memerintahkan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merubah ketentuan batas auto rejection bawah (ARB). ARB yang dulunya ada di titik 10 persen sekarang menjadi 7 persen untuk seluruh fraksi harga. Ketentuan tersebut mulai berlaku Jumat, 13 Maret 2020.

 

Bursa saham Asia

Proyeksi Pergerakan IHSG Setelah Ada Stimulus Trump

Menjadi Trader Rumahan, Apa Saja Persiapannya?

Menjadi Trader Rumahan, Apa Saja Persiapannya?