in , ,

Trading Halt Terjadi Lagi di Perdagangan Hari Ini

Volatilitas IHSG
picture by Geralt on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pemerosotan sebanyak 5,01 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (18/3) yang menyebabkan terjadinya trading halt. Trading halt adalah pembekuan perdagangan secara sementara karena adanya kondisi tertentu yang terjadi pada JATS (Jakarta Automated Trading System).Hal tersebut dilakukan terhadap IHSG saat berada di posisi 4.113,65 poin. Penghentian sementara ini terjadi pada pukul 9.37 WIB.

Sistem JATS di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham secara otomatis selama 30 menit. Trading halt dilakukan sampai pukul 10.07 waktu JATS. Menuju 40 menit perdagangan sesi I hari ini, adan294 saham yang mengalami penurunan, 42 saham merangkak naik, dan 56 saham statis.

Hal ini ke 4 kalinya perdagangan saham di BEI harus dihentikan sementara ketika perdagangan masih berlangsung. Perdangan dihentikan sementara pertama kali pada Rabu (12/3) pukul 15.33 WIB karena IHSG tergelincir sebanyak 5,01 persen.

Selanjutnya, trading halt terjadi lagi pada Jumat (13/3) pagi. Pada saat itu IHSG terjun bebas sebanyak 5,01 oersen dan bertengger di posisi 4.650.58. Penghentian sementara tersebut terjadi selama 15 menit setelah perdagangan dibuka. Penghentian dilakukan pada pukul 8.15 WIB dan dibuka kembali pada 9.45 WIB.

Baca Juga  Kerja Sama Bidang Kesehatan Ingin Diperkuat Indonesia

Penghentian sementara terjadi lagi di perdagangan sesi II pada Selasa (17/3). Lagi-lagi IHSG merosot sebanyak 5,01 persen yang mengakibatkan sistem JATS harus menghentikan trading secara sementara. IHSG mengalami kemelorotan ke level 4.456,09 poin pada pukul 15.02 WIB. Setelah terjadi penghentian sementara, sistem JATS membuka kembali perdagangan di BEI pada pukul 15.32 WIB.

Penghentian sementara ini adalah kebijakan yang diterbitkan oleh BEI. Dasar diambilnya kebijakan ini adalah Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 yang diterbitkan pada 10 Maret 2020. Surat tersebut membahas tentang Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Apa Faktor yang Menyebabkan Rupiah Tembus Rp 16.000?

Apa Faktor yang Menyebabkan Rupiah Tembus Rp 16.000?

Bisnis Rumahan di Tengah Wabah Corona Itu Adalah Trading Forex

Bisnis Rumahan di Tengah Wabah Corona Itu Adalah Trading Forex