in

Harga Minyak Dunia Terbang Akibat Stimulus Bank Sentral

Harga minyak terbang
Picture by ds_30 on Pixabay

Harga minyak dunia terbang pada perdagangan Kamis (19/3) waktu Amerika Serikat (AS) atau Jumat (20/3) waktu Indonesia. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei mengalami penguatan sebanyak US$3,59 atau 14,4 persen ke posisi US$28,47 per barel.

Di sisi lain, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April merangkak naik sebanyak US$4,58 atau 23,8 persen menjadi US$25,22 per barel.  Penguatan yang terjadi adalah rekor dalam penguatan harga minyak termasif.

Sebelumnya, harga minyak dunia sempat mengalami pmerosotan sebanyak 50 persen dalam 10 hari terakhir. Merosotnya harga minyak dikarenakan terhentinya putaran roda ekonomi karena efek penyebaran virus Corona.

Penyebaran virus Corona ini membuat pasar menjadi gelisah akan penurunan permintaan minyak. Hal ini membuat pasar menekan harga minyak. Presiden Associate Minyak Lipow Andrew Lipow mengutarakan bahwa banyak investor sudah kembali ke perdagangan minyak. Banyak investor memproyeksikan potensi pengurangan produksi minyak di masa depan.

Harga minyak terbang akibat stimulus yang diberikan oleh bank sentral di seluruh dunia. Senat AS sudah memberikan lampu hijau untuk stimulus yang dicanagkan oleh Donald Trump. Bank Sentral negara lain juga banyak menerbitkan strategi-strategi untuk meredam krisis ekonomi yang terjadi. Sebagai contoh, Bank Sentral Eropa memulai strategi untuk melakukan buyback terhadap obligasi darurat. Dana yang dikucurkan pun tak main-main, yaitu sebanyak 750 miliar euro.

Baca Juga  Yes, Pasar Obligasi RI Dimasuki Asing Lagi!

Arab Saudi dan Rusia pernah mengumumkan rencana untuk meningkatkan pasokan minyak dunia. Rencana peningkatan itu sejumlah 12,3 juta barel per hari (bph). Akan tetapi, rencana ini gagal terjadi karena kegagalan pembuatan kesepakatan oleh kedua negara. Lebih lagi penyebaran virus Corona yang makin merajalela.

Menurut worldometers, per Jumat (20/3), sudah terjadi 245.580 kasus virus Corona di seluruh dunia. Virus ini juga sudah menelan korban sebanyak 10.048 jiwa. Akan tetapi, jumlah pasien yang sembuh juga meningkat, yaitu sebanyak 88.437 pasien.

Spesifikasi Komputer untuk Bertrading Forex di Rumah

Spesifikasi Komputer untuk Bertrading Forex di Rumah

Volatilitas IHSG

Pilihan Saham Menarik Untuk Hari Ini (20/3)