in

Astaga, Rupiah Tembus Rp145/JPY!

rupiah tembus
Picture by happylism on Pixabay

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan melawan yen dalam dua hari terakhir. Rupiah sudah tembus Rp145/JPY pada perdagangan hari ini. Penurunan ini adalah penurunan terbesar sepanjang sejarah rupiah vs yen.

Pada pukul 11:18 WIB, rupiah sudah tembus Rp145/JPY. Pada saat itu 1 JPY dihargai Rp145,58, atau mengalami penurunan sebanyak 1,39 persen. Padahal pada Kamis (20/3) kemarin, rupiah sudah mengalami pemerosotan sebanyak 2,11 persen di posisi 143,54. Saat itu pelemahan yang terjadi sudah melebihi rekor yang ada dan sepertinya pelemahan rupiah akan mencetak rekor lagi.

Aksi jual yang terjadi secara kontinu di pasar keuangan domestik semakin membuat rupiah tertekan. Aksi jual tak hanya terjadi di pasar keuangan domestik, namun juga terjadi di pasar global. Akan tetapi, Indonesia yang merupakan negara emerging market dianggap lebih berisiko oleh para investor. Hal ini menyebabkan banyak investor melakukan lebih banyak aksi jual.

Secara year-to-date (YTD) capital outflow yang terjadi di pasar saham ada sejumlah Rp9,66 triliun. Menurut data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risko (DJPPR) Kementerian Keuangan pasar obligasi mengalami capital outflow yang jauh lebih parah. Menurut data tersebut, sejak akhir Desember 2019 terjadi outflow sejumlah Rp78,76 triliun.

Baca Juga  4 Produk Minuman yang Ikut Pepsi Pamit Per 10 Oktober 2019 dari Indonesia

Pergerakan rupiah sangat tergantung akan keluar masuknya modal (hot money) sebagai sumber devisa. Hal ini dikarenakan jenis pendapatan devisa lain, yaitu transaksi berjalan (current account), belum bisa mengangkat perekonomian. Sejak tahun 2011 transaksi berjalan di Indonesia sudah terjadi penurunan yang cukup tinggi. Oleh karena itu pasokan valas hanya dari modal yang mudah masuk-keluar, yaitu hot money.

Sebagai informasi, yen merupakan mata uang yang memiliki status sebagai aset aman (safe haven). Oleh karena itu yen menjadi target investor ketika pasar finansial sedang tidak stabil.

Bursa saham Asia

Hebat! 6 Saham LQ45 Menghijau Disaat IHSG Keok

Cara yang paling mudah untuk kembali menguatkan nilai rupiah adalah  adalah dengan menghindari membeli produk impor dan berpindah membeli produk asli dalam negeri

Praktikkan! 5 Cara ini Bisa Menguatkan Nilai Rupiah