in

IHSG Merosot 4 Persen, Namun Bisa Kembali ke 4.000

IHSG merosot
Photo by Jamie Street on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot sekitar 4 persen pada perdagangan Jumat (20/3) hari ini. IHSG sudah mengalami pemerosotan sebanyak 17 persen sepanjang pedagangan minggu ini.

Bursa saham Indonesia ini sempat merosot sampai 4,56 persen dan bertengger di level 3.918,34. Level tersebut merupakan level terlemah sejak Agustus 2013. Namun, secara perlahan, IHSG dapat menguatkan diri dan kembali ke level 4.000. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG masih mengalami pelemahan sebanyak 1,72 persen dan ada di posisi 4.034,988.

Ketika IHSG merosot hingga 4 persen, ada dua emiten yang terkena Auto Rejection Bawah (ARB). Kedua emiten tersebut adalah PT. Galva Technologies Tbk (GLVA) dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI). Kedua emiten tersebut sudah mengalami pemerosotan sebanyak 7 persen.

Di sisi lain, ada pula 160 emiten yang mengalami pelemahan lebih dari 6 persen. Pelemahan tersebut sudah mendekati ARB. Saham bluechip yang sudah hampir mendekati ARB adalah saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)  yang mengalami pemerosotan sebanyak 6,89 persen. Lalu disusul dengan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI)  yang merosot 6,76 persen, dan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang ambrol 6,74 persen.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 2 Juni 2020

Pada Kamis (12/3) minggu lalu, Otoritas Jsa keuangan (OJK) meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengubah batas ARB. Batas ARB berubah dari 10 persen menjadi 7 persen untuk seluruh fraksi harga. Hal ini mulai dilakukan sejak Jumat (13/3) minggu lalu. Selain itu OJK juga meminta untuk melarang saham-saham yang bisa diperjual belikan pada sesi pre-opening.

Aksi jual yang terjadi secara kontinu di bursa saham ini terjadi akibat penyebaran virus Corona yang masih belum bisa diredam. Penyebaran virus ini juga dikhawatirkan akan menyebabkan pelambatan laju ekonomi atau bahkan resesi secara global.

Akan tetapi, dengan lemahnya IHSG, banyak investor yang berburu saham-saham bernilai rendah. Hal ini bisa menjadi faktor untuk memotong pelemahan yang terjadi terhadap IHSG.

 

Cara yang paling mudah untuk kembali menguatkan nilai rupiah adalah  adalah dengan menghindari membeli produk impor dan berpindah membeli produk asli dalam negeri

Praktikkan! 5 Cara ini Bisa Menguatkan Nilai Rupiah

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 20 Maret 2020