in

IHSG Masih Lemas Akibat Infeksi Corona

IHSG dihantui depresiasi
Picture by Geralt on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepertinya masih melaju di bawah tekanan pada perdagangan hari ini. Perkembangan terbaru pandemi virus corona masih membuat banyak investor ragu kembali berkecimpung di pasar saham Indonesia. Hal ini menjadi faktor utama mengapa IHSG masih lemas di perdagangan hari ini.

Dilansir dari Reuters, 31 dari 41 institusi di Amerika dan Eropa memproyeksikan bahwa ekspansi ekonomi kemungkinan berhenti pada kuartal I 2020. Padahal pertumbuhan negatif pada perekonomian dunia terakhir terjadi pada tahun 22009.

Menurut Kepala Penelitian Ekonomi Global di JP Morgan, Bruce Kasman, ekspansi ekonomi terpanjang akan selesai pada kuartal ini. Akan tetapi kontraksi yang terjadi bisa menimbulkan resesi jika konstraksi tersebut terjadi berkepanjangan.

Walaupun IHSG mengalami penguatan sebanyak 2,18 persen pada perdangan minggu lalu, IHSG diperkirakan akan masih lemas. Masalahnya, penguatan IHSG ini terjadi diikuti dengan net sell (jual bersih) investor asing yang cukup masif. Net sell yang dilakukan investor asing mencapai angka Rp749,07 miliar pada perdagangan Jumat (20/3).

Baca Juga  Perkuat sistem pembayaran, Bank Indonesia Kerja Sama dengan BoT

William Hartanti, Analis Teknikal Panin Sekuritas, mengungkapkan bahwa penguatan IHSG adalah imbas dari penguatan bursa asing. IHSG menguat akibat imbas dari Dow Futures dan Bursa Asia.

William juga menambahkan pada risetnya hari ini bahwa penguatan yang terjadi adalah akibat dari net sell yang sangat besar. Karena itu pola hammer menjadi terbentuk. Dengan terbentuknya pola hammer, IHSG memiliki potensi untuk mengalami pelemahan lagi pada hari ini. Dalam risetnya, William memproyeksikan IHSG akan bergerak di zona 4.000 sampai 4.250.

Jika dilihat dari sisi year to date, jumlah nilai net sell asing yang terjadi adalah sejumlah Rp10,24 triliun. Nilai IHSG juga mengalami penurunan yang luar biasa yaitu 33,41 persen.

Diambil dari worldometers, kasus virus Corona sudah terjadi sebanyak 337.042 kasus di seluruh dunia per Senin (23/3) pukul 8.48 WIB. Jumlah korban jiwa akibat virus ini mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 14.641. Namun jumlah pasien yang sembuh juga meningkat, yaitu 98.627 pasien.

investasi Modal kecil

3 Cara Mudah Investasi Dengan Modal Kecil

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 23 Maret 2020