in

Bursa Saham Selandia Baru Juga Terinfeksi Corona

Bursa saham Selandia Baru

Virus Corona lagi-lagi membuat ulah terhadap perekonomian suatu negara. Bursa saham kawasan Asia Pasifik juga mengalami kemerosotan. Bursa saham yang merasakan pemerosotan paling besar adalah bursa saham Selandia Baru.

Pada pukul 09.35 WIB, Bursa saham Selandia Baru, Indeks NZ50, sudah mengalami pemerosotan sebanyak 10,26 persen. Padahal bursa saham yang lain tidak mengalami pemerosotan sebanyak itu. Bursa saham Australia hanya terkoreksi sebanyak 6,91 persen. Di sisi lain, bursa saham kawasan Asia juga mengalami kemerosotan yang cukup tajam, yaitu di bawah angka 7 persen. hanya ada satu bursa saham yang mengalami pemerosotan lebih dari 7 persen. Bursa saham tersebut adalah Straits Times yang tergelincir 7,02 persen.

Menurut data dari worldometers, kasus virus Corona di Selandia Baru sudah mencapai 102 kasus per Senin (23/3) pukul 10.10 WIB. Karena penyebaran virus Corona yang dianggap cukup berbahaya, pemerintah terkait sudah melakukan tindakan yang tegas.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan bahwa Selandia Baru sedang ada di level darurat tertinggi akibat virus Corona. Ia mendeklarasikan bahwa selama 48 jam kedepan aktivitas yang tidak memiliki urgensi tinggi harus dihentikan. Selain itu sekolah dan perkanturan juga harus ditutup.

Baca Juga  Harga Minyak Dunia Terbang Akibat Stimulus Bank Sentral

Dengan adanya hal tersebut bursa Saham Selandia Baru mengalami krisis di awal minggu ini. Oleh karena itu bank sentral Selandia Baru mengeluarkan stimulasi untuk meredam perkembangan virus Corona. Salah satu stimulasinya adalah bank sentral Selandia Baru akan membeli obligasi pemerintah sejumlah NZ$ 30 miliar. Pembelian obligasi ini akan dimulai pada awal minggu ini dan diteruskan selama 12 bulan ke depan.

Pada minggu lalu, bank Sentral Selandia Baru juada sudah memotong suku bunga resmi sebanyak 75 basis poin. Penurunan tersebut adalah penurunan terendah dalam sejarah Selandia Baru. Bank Sentral Selandia Baru berikrar untuk mempertahankan suku bunga di posisi tersebut selama paling cepat 12 bulan.

IHSG Investor Asing

Trading Halt Hampir Terjadi Lagi di Perdagangan Hari Ini

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

5 Saham ARB dan 123 Menuju ARB karena IHSG Ambrol