in

5 Saham ARB dan 123 Menuju ARB karena IHSG Ambrol

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus
Picture by Geralt on Pixabay

Karena terjadinya aksi jual di pasar saham yang terjadi secara kontinu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah ambrol. IHSG sudah mengalami terjun bebas hampir sebanyak 4 persen pada perdagangan pagi ini Senin (23/3). Hal ini menyebabkan terjadi 5 saham terkena ARB (Auto Reject Bawah).

Prediksi akan terjadinya lagi aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah dapat dilihat sejak dini hari. Hal ini dikarenakan indeks saham berjangka (futures) Wall Street yang mengalami kemerosotan cukup dasar. Wall Street mengalami terjun bebas sebanyak 5 persen dan sudah menyentuh “batas bawah” atau “limit down”. Hal tersebut terjadi pada 5 menit setelah perdagangan pada pukul 5.00 WIB.

Virus Corona masih menjadi momok yang menghantui perkembangan ekonomi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus virus Corona juga semakin meningkat. Sudah ada 514 kasus positif dan 48 korban jiwa. Jumlah pasien yang sembuh dari Corona juga masih sedikit, yaitu sebanyak 29 orang.

Karena adanya aksi jual yang terjadi secara kontinu tersebut, IHSG sudah mengalami kemerosotan sebanyak 3,93 persen pada pukul 9.30 WIB. Sedangkan pada pukul 9.42, IHSG sudah tergelincir lagi sebanyak 4,11 persen di titik 4.022,66.

Baca Juga  Usai Pandemi, Ekonomi Eropa Mulai Bangkit

Dengan amblesnya IHSG, beberapa saham juga terkena ARB. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Syaria (BTPS), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Jaya Real Property Tbk. (JRPT), PT Siloam International Tbk (SILO), dan PT Mitra Keluarga Karya Tbk. (MIKA). Semua saham tersebut sudah mengalami pemerosotan sebanyak 7 persen yang menjadi batas dari ARB.

Selain itu juga ada 123 saham yang sudah mendekati ARB. Beberapa saham bluechip yang sudah mendekati ARB adalah PT. Indosat Tbk. (ISAT), PT. XL Axiata Tbk. (ISAT) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI).

Pada Kamis (12/3) lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengubah ketentuan ARB. Batas ARB ada pada titik 7 persen mulai Jumat (13/3).

Bursa saham Selandia Baru

Bursa Saham Selandia Baru Juga Terinfeksi Corona

rupiah menguat

Dolar Meroket, BI Memastikan Kesiapan Likuiditas