in

IHSG Diramalkan Rebound di Perdagangan Hari Ini

Volatilitas IHSG
picture by Geralt on Pixabay

Pada perdagangan Senin (23/3) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dalam keadaan melemah. Pelemahan yang terjadi adalah sebanyak 4,89 persen dan berada di level 3.989,52. Pada perdagangan tersebut, IHSG memiliki rentang harga tertinggi 4.194,94 dan rentang harga terendah 3.975,19. Namun, menurut pakar investasi, IHSG diramalkan akan rebound pada perdagangan hari ini.

Menurut data yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Senin kemarin terdapat niai transaksi sejumlah Rp5,6 triliun. Di transaksi tersebut, banyak investor asing yang melakukan aksi net buy (beli bersih). Aksi net buy yang dilakukan di pasar reguler dan negosiasi adalah sebanyak Rp36,65 miliar.

Merosotnya nilai IHSG disebabkan oleh sentimen negatif akibat virus Corona yang menyebar di Indonesia. Selain itu, dengan ambrolnya nilai Wall Street, niai IHSG juga ikut terpengaruh.

Oleh karena itu Bank Sentral AS atau The Fed memberikan stimulus untuk menahan depresiasi bursa saham Wall Street. Stimulus positif yang diberikan adalah program pembelian aset terbuka.

Baca Juga  Perkembangan Binary Option di Berbagai Negara

Menurut analisa teknikal, IHSG akan bergerak terbatas (sideway) jika dianalisa menggunakan Boillinger Band (BB) melalui metode area resistance dan support. Nilai resistance ada di titik 4.060-4.1300. Sementara niali support ada di titik 3.915-3.840.

Di sisi lain, pola batang lilin akan mendapat tekanan jual, ketika dianalisa dari indikator stochastic. Indikator ini digunakan untuk memberi sinyal beli dan sinyal jual dengan menggunakan dua buah perpotongan garis sinyal. Dalam analisa tersebut IHSG diperkirakan masih mengalami penurunan, namun garis Moving Average (MA) sudah di atas 20 persen. Hal ini menunjukkan bahwa IHSG akan memiliki kecenderungan untuk bergerak naik.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa sentimen positif yang diberi The Fed dan analisa teknikal menunjukkan bahwa IHSG diramalkan akan rebound.

Corona Virus Mempengaruhi Bagi Nilai Tukar Terhadap Dolar AS Hari Ini Rp 16.400

Saham defensif

Saham Defensif Pilihan Untuk Perdagangan Hari Ini