in

Strategi Bank Mandiri Hadapi Pelemahan Rupiah

Strategi Bank Mandiri Hadapi Pelemahan Rupiah

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Silvano Winston Rumantir memastikan kondisi likuiditas perseroan tetap terjaga kendati rupiah saat ini berfluktuasi cukup tajam.

“Kami ingin pastikan, dari Bank Mandiri kecukupan modal dan dana tetap dalam posisi sangat baik supaya kami tetap memastikan operasional dan fungsi perbankan dengan baik,” kata Silvano, Senin (23/3/2020), dikutip dari CNBC Indonesia.

Dilanjutkan oleh Silvano, belakangan ini tekanan di pasar keuangan meningkat. Penyebabnya adalah karena adanya kekhawatiran dari investor global terhadap pandemi COVID-19. Seperti yang diketahui saat ini COVID-19 sudah menjangkiti lebih dari 160 negara.

Bukan hanya menyerang dan menekan nilai kurs mata uang, Silvano mengatakan bahwa pendemi COVID-19 juga mempengaruhi pasar saham.

Kendati demikian, Bank Mandiri memastikan kecukupan likuiditas dalam dolar AS.

“Di Bank Mandiri kami keadaan dollar kami masih sangat baik, Liquidity Coverage Ratio [Rasio Kecukupan Likuiditas] masih di atas 160%. Rasio kecukupan modal Bank Mandiri masih di level yang sehat, 18%,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede menjelaskan, volatilitas rupiah belakangan ini cukup tinggi lantaran disebabkan pembalikan modal kepada aset keuangan yang lebih aman (safe haven) di tengah ketidakpastian yang sangat tinggi dari wabah corona.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 11 Mei 2020

Josua melanjutkan, pandemi ini bisa yang berpotensi berdampak pada perlambatan ekonomi global yang signifikan. Bahkan dapat mendorong resesi global jika COVID-19 berkepanjangan.

“Penyebaran COVID-19 ke AS, Eropa dan global yang sangat cepat mendorong pelaku pasar keuangan global melepas semua aset-asetnya. Aset tersebut yakni saham, obligasi, emas dan memegang cash dalam bentuk dolar,” katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (23/3/2020).

Saham defensif

Saham Defensif Pilihan Untuk Perdagangan Hari Ini

Saham menguat

5 Saham yang Menguat di Perdagangan Senin (23/3)