in

Harga Emas Kembali Melesat Karena Stimulus The Fed

Harga emas kembali meningkat

Harga emas kembali melesat dalam 2 hari terakhir dan berada di titik harga US$1.600 per troy ons. Strategi Bank Sentral Amerika atau The Fed yang memberikan stimulus besar-besaran menjadi pendongkrak harga emas.

Pada Senin (23/3), harga emas mengalami peningkatan sebanyak 3,7 persen. Dan pada Selasa (24/3) kemarin, harga emas kembali melesat sebanyak 3,61 persen. Hal ini membuat harga emas ada di posisi US$1.609,11 per troy ons di pasar spot, dilansir dari Refinitiv. Hanya dalam 2 hari saja, harga emas sudah kembali terbang melebihi 7 persen. Akan tetapi emas mengalami pelemahan sedikit pada pukul 20.20 WIB. Pada saat itu emas ada di titik US$1.606,3 per troy ons, atau menguat sebanyak 3,42 persen.

Hal ini terjadi akibat stimulus yang diberikan oleh The Fed. The Fed memberikan program program pembelian aset atau quantitative easing (QE) dengan jumlah yang tak terbatas. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang perekonomian AS yang melemah akibat terinfeksi oleh Corona.

The Fed juga melakukan pembelian beberapa aset penting. Aset yang dibeli antara lain, efek beragun aset perumahan, obligasi pemerintah dan beberapa jenis efek lainnya. Lebih lagi QE yang akan dilakukan The Fed akan berjalan sebanyak mungkin. Hal ini dilakukan untuk menopang kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif di berbagai kondisi finansial dan ekonomi.

Baca Juga  5 Cara Investasi Emas yang Sesuai Bujet

Menurut CNBC International, Kepala Strategi Valas National Australia Bank menyatakan bahwa nilai QE The Fed saat ini tidak terbatas. Hal ini tentu berbeda dangan saat pascakrisis finansial global (2008).

Dengan jumlah yang tidak terbatas ini, The Fed akan membeli banyak aset sesuai kebutuhan untuk menjaga likuiditas. Selain itu The Fed juga sempat melakukan potongan suku bunga acuan. Suku bunga yang dipotong adalah sebanyak 100 basis poin dan menjadi 0-0,25 persen.

Indonesia Tarik Hutang Rp 4,95 T Dari Bank Dunia

IHSG Investor Asing

OJK Memotong Jam Perdagangan Selama Masa Darurat