in

Potensi Rupiah Bakal Menguat Jikalau Pasar Buka Hari Ini

rupiah menguat

Perdagangan valas hari ini, Rabu (25/3)sedang libur karena adanya hari besar agama Hindu yakni hari raya Nyepi. Jikalau pasar valas dibuka pada hari ini, rupiah memiliki potensi untuk menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Jika dilihat dari Non Deliverable Forward (NDF), rupiah memiliki potensi untuk menguat. Bisa dilihat dari NDF, nilai tukar rupiah untuk tiap tenor mengalami penguatan daripada posisi jelang penutupan di pasar NDF kemarin.

Potensi Rupiah Bakal Menguat

NDF adalah alat untuk memperdagangkan mata uang dengan jangka waktu dan patokan kurs yang sudah ditentukan. Akan tetapi pasar NDF belum ada di Indonesia. NDF hanya ada di pusat keuangan Internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London. Lebih lagi pasar NDF juga menjadi pengaruh untuk psikologis terbentuknya harga di pasar spot. Oleh karenanya, kurs di NDF juga bisa dijadikan sebagai acuan.

Dolar AS pada hari ini juga merasakan pelemahan. Hal ini dapat dilihat dari indeks dolar yang juga mengalami pelemahan. Pada Rabu (25/3) indeks dolar mengalami penurunan sebanyak 0,58 persen dan beretengger di level 101,448. Indeks dolar adalah indeks yang menunjukkan kekuatan dolar terhadap 6 mata uang internasional lain. Sejak diumumkannya The Fed (Bank Sentral AS) bakal melakukan program quantitative easing (QE) dengan jumlah tak terbatas, dolar merosot terus menerus.

Baca Juga  Dolar Australia Menguat Melawan Rupiah, Kenapa?

Pada Senin (23/3) yang lalu, The Fed mengumumkan akan melakukan quantitative easing (QE) dengan jumlah yang tidak terbatas. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi efek virus COVID-19 atau virus Corona. The Fed akan terus menggelontorkan dana sebanyak apapun untuk menopang kelancaran fungsi pasar. Selain itu dana yang disiapkan juga untuk menyangga transmisi kebijakan moneter yang efektif di berbagai kondisi finansial dan ekonomi.

Selain strategi itu, The Fed juga menyiapkan senjata lain yang cukup ampuh. Dengan QE tersebut, The Fed bakal membeli surat utang pemerintah dan efek beragun properti saja. The Fed juga berencana untuk membeli obligasi korporasi dan Exchange Traded Fund (ETF) obligasi korporasi. Obligasi korporasi yang akan dibeli The Fed adalah obligasi yang mempunyai status investment grade.

Volatilitas IHSG

Wall Street dan Bursa Saham Asia Menghijau

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 25 Maret 2020