in

Rupiah Menguat Lawan Dolar Singapura

rupiah terkuat di asia

Rupiah menguat lawan dolar Singapura pada perdagangan Kamis (26/3) ini. Hal ini terjadi akibat adanya stimulus yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS).

Setelah adanaya libur hari raya Nyepi kemarin, rupiah langsung menguat lawan dolar Singapura. Per pukul 8.10 WIB, SG$1 sama dengan Rp 11.187,8. Dolar Singapura mengalami pelemahan sebanyak 1,51 persen di perdagangan pasar spot, menurut data dari Refinitiv. Dolar Singapura sudah mulai menjauhi level terkuat sepanjang sejarah yaitu Rp 11.407,78/SG$. Harga tersebut terjadi pada awal perdaganganh minggu ini.

Pada Selasa (24/3) lalu, Pemerintah dan Senat AS sudah setuju untuk menggelontorkan banyak stimulus. Stimulus yang diberikan adalah sebanyak US$2 triliun. Stimulus itu adalah stimulus terbesar sepanjang masa. Kesepakatan yang terjadi akan dibuatkan Rancangan Undang-Undang (RUU) dan akan dimusyawarahkan di kongres AS.

Dengan adanya stimulus yang diberikan, pemerintah AS berharap perputaran roda ekonomi AS tidak berhenti akibat infeksi dari virus Corona. Selain itu stimulus ini diharapkan mampu menggenjot ekonomi AS setelah pandemi virus Corona sudah berhenti seutuhnhya.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 12 Desember 2019

Selain itu, sentimen baik pelaku pasar juga dapat dilihat dari reli bursa global yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Bahkan Indeks Dow Jones juga mencetak rekor pada saat itu. Indeks Dow Jones mengalami peningkatan sebanyak 11 persen pada Selasa (24/3). Kenaikan itu adalah kenaikan terbesar dalam 87 tahun terakhir. Dengan membaiknya sentimen pelaku pasar, aset-aset yang berimbal tinggi juga menjadi target investasi. Hal ini menyebabkan rupiah juga mengalami penguatan.

Di sisi lain, Singapura menunjukkan adanya kontraksi terhadap produk domestik bruto (PDB). PDB kuartal I-2020 mengalami kontraksi sebanyak 2,2 persen dibanding PDB pada periode yang sama tahun lalu. Kementerian Industri dan Perdagangan Singapura juga memproyeksikan tentang kontraksi PDB. PDB akan berkontraksi di titik 1 persen sampai 4 persen. proyeksi tersebut mengalami penurunan ketimbang proyeksi yang dirilis pada bulan lalu. Bulan lalu proyeksi yang diberikan adalah kontraksi 0,5 persen dan tumbuh sebanyak 1,5 persen.

Ekonomi Singapura menurun

Ekonomi Singapura Diramalkan Menurun

IHSG menguat

Bursa Asia Merah, Namun IHSG Diprediksi Menguat