in

Bursa Asia Merah, Namun IHSG Diprediksi Menguat

Bursa saham Asia
Photo by StockSnap on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (24/3). IHSG mengalami tekanan sebanyak 1,31 persen dan bertengger di posisi 3.989,52. Pada saat itu IHSG melaju dengan rentang tertinggi sebanyak 4.123,56 dan terendah sebanyak 3.911,72. Hal ini terjadi karena masih adanya sentimen akan berkembangnya virus Corona di Indonesia. Akan tetapi banyak perusahaan sekuritas Indonesia yang mengatakan bahwa IHSG diprediksi menguat.

Walaupun sudah banyak stimulus yang diberikan oleh sejumlah negara, banyak investor yang masih enggan untuk berkecimpung di Indonesia. Hal ini dikarenakan investor masih ragu akan kemampuan Indonesia untuk menangani pandemi ini. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan IHSG yang terus tertekan sejak awal tahun karena virus Corona. Lebih lagi ketika Corona dinyatakan sebagai pandemi, IHSG makin jauh tertekan.

Pada pagi ini, Kamis (26/3) bursa saham Asia berjalan di zona merah. Faktor utamanya adalah perkembangan virus Corona yang menyebabkan 3 miliar orang harus dilockdown. Indeks Nikkei di bursa saham Jepang harus tergelincir melebihi 4 persen. Pun dengan bursa saham Singapura yang harus merosot sebanyak 1 persen.

Baca Juga  Harga Minyak Naik Lagi, Apakah Bakal Turun?

Di sisi lain, futures Wall Street sedang berjalan santai di jalur hijau. Pada pukul 07.35 WIB indeks Dow Jones futures meningkat sebanyak 1,09 persen dan bertengger di posisi 21.256. Pun dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite yang meningkat tipis, yaitu masing-masing 0,76 persen dan 0,65 persen.

Meningkatnya futures Wall Street akan menjadi faktor fundamental pendongkrak nilai IHSG berjalan ke zona hijau. Secara analisis menggunakan Boillinger Band (BB) IHSG akan bergerak sideways dengan resistance 4.070-4200 dan support 3.865-3.790.

Sedangkan menurut Commodity Channel Index (CCI), indikator jual dan beli sedang mencoba bergerak ke atas. Hal itu dapat dilihat dari garis CCI yang coba menembus batas pivot CCI.

Dari data diatas, pergerakan IHSG diprediksi akan menguat karena adanya sentimen positif bursa saham Wall Street dan saham Asia.

rupiah menguat

Rupiah Menguat Lawan Dolar Singapura

Harga Emas COMEX Kembali Melonjak

Dua Hari Moncer, Emas Comex Melemah Lagi