in

Menguat 1%, Rupiah Terkuat di Asia

rupiah menguat

Nilai tukar rupiah menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan Kamis (24/3/2020). Tidak hanya menguat, rupiah juga terkuat di Asia.

Pada pukul 09:03 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 16.255, rupiah menguat 1,19% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Penguatan tersebut sedikit terpangkas, di pembukaan perdagangan rupiah sudah menguat 1,52% di Rp 16.200/US$.

Meski demikian, penguatan rupiah tersebut sudah cukup membawanya menjadi juara Asia pagi ini.

Berbeda dengan rupiah yang terkuat di Asia, kurs dolar Amerika Serikat (AS) justru melemah pada Rabu (25/3/2020) waktu setempat di tengah penyebaran cepat virus corona di wilayah AS.

Mengutip Xinhua, Kamis (26/3/2020), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,95 persen menjadi 101,0662 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0867 dolar AS dari 1,0757 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,1870 dolar dari 1,1748 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga 0,5960 dolar AS dari 0,5912 dolar AS.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 13 Maret 2020

Dolar AS dibeli 111,36 yen Jepang, lebih rendah dari 111,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9779 franc Swiss. Dari 0,9831 franc Swiss, dan jatuh ke 1,4204 dolar Kanada dari 1,4492 dolar Kanada.

Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat mencapai 60.000, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins. Angka baru mencapai 62.068 dengan 869 kematian, kata CSSE.

IHSG terdongkrak

Faktor Menguatnya IHSG di Bursa Saham Asia

Minyak Bumi Merosot

Minyak Bumi Merosot Akibat Lockdown