in

Faktor Menguatnya IHSG di Bursa Saham Asia

IHSG terdongkrak
Photo by PIX1861 on Pixabay

Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) kembali segar pada hari ini, Kamis (26/3), setelah berlibur pada hari raya Nyepi. Diambil dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka dalam keadaan hijau dan menguat sebanyak 1,47 persen di posisi 3.995,52. Sedangkan pada pukul 10.09 WIB, IHSG kembali meroket dengan peningkatan sebanyak 6,17 persen dan ada di level 4.181. Menguatnya IHSG ini dikarenakan oleh beberapa faktor.

Walaupun IHSG mengalami penguatan, banyak bursa Asia yang justru melemah pagi ini. Sebagai contoh indeks Shanghai Composite minus 0,74 persen, Topix merosot 2,24 persen, dan Straits Time jatuh 2,71 persen. Selain itu KLCI dan TW Weighted Index mengalami pemerosotan tipis masing-masing sebanyak 0,75 persen dan 0,46 persen.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo, membeberkan faktor menguatnya IHSG di bursa saham Asia. Menurut Laksono, ketika IHSG tutup karena hari raya Nyepi, bursa utama dunia mengalami penguatan tajam. Penguatan tersebut terjadi karena sudah stimulus yang diberikan sudah disetujui. Oleh karena itu IHSG bergerak mengikuti pola pergerakan indeks dunia.

Baca Juga  IHSG Tergelincir Lagi, The Fed Belum Bisa Redam Pasar

Pagi tadi, bursa Wall Street sedang berjalan santai di jalan hijau setelah mengalami peningkatan nilai. Hal ini terjadi dikarenakan senat dan pemimpin kongres AS sudah mensetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang stimulus pasar. Stimulus ini diberikan untuk menahan efek dari penyebaran virus Corona terhadap laju ekonomi AS.

Indeks Dow Jones sudah terbang sebanyak 2 persen atau 495,64 dan berada di posisi 21.200,55 Rabu (25/3) kemarin. S&P 500 juga mengalami peningkatan sebanyak 1,1 persen dan bertengger di 2.475,56. Akan tetapi Nasdaq Composite tergelincir 0,5 persen. Hal ini terjadi karena saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet (induk Google) ditutup dalam keadaan melemah.

Kenaikan ini terjadi akibat RUU stimulus yang sudah disetujui oleh pemimpin Gedung Putih dan senat Amerika Serikat. Stimulus yang diberikan di RUU itu tidak main-main, yaitu sebanyak US$ 2 triliun.

Harga Emas COMEX Kembali Melonjak

Dua Hari Moncer, Emas Comex Melemah Lagi

rupiah menguat

Menguat 1%, Rupiah Terkuat di Asia