in

Wall Street Membaik, Apakah IHSG Bisa Mengikuti?

Saham Lq45
Photo by Stephen Dawson on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meroket pada penutupan perdagangan kamis (26/3) kemarin. IHSG mengalami peningkatan sebanyak 10,19 persen dan bertengger di posisi 4.338,9. IHSG memiliki rentang tertinggi sebanyak 4.370,66 dan terendah 3.935,91. Peningkatan ini terjadi karena banyaknya investor yang mulai berani berinvestasi lagi setelah ada stimulus dari Donald Trump. Paket stimulus ini tidak main-main, yaitu sebanyak US$2 triliun. Stimulus ini diberikan untuk meredam efek yang diberikan oleh virus Corona terhadap perkembangan ekonomi dunia. Hal ini membuat Wall Street membaik dari infeksi virus Corona.

Dilansair dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah transaksi yang terjadi pada perdagangan kemarin sejumlah Rp12,75 triliun. Dalam transaksi tersebut, investor asing melakukan net buy (beli bersih) sebanyak Rp662,32 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Banyak sekali saham-saham yang menguat pada perdagangan kemarin. menguatnya saham tersebut mampu mendongkrak nilai penguatan IHSG. Saham yang menguat antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat sebanyak 20,49 persen. Setelah itu disusul dengan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan penguatan sebanyak 19,38 persen. Di posisi ketiga ada PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang meroket sebanyak 18 persen.

Baca Juga  Jokowi Yakin Tahun 2045 Indonesia Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia

Peningkatan yang terjadi bukanlah peningkatan indeks terbaik sepanjang tahun saja, namun ini adalah peningkatan terbesar harian sejak tahun 1999. Dilansir dari data Refinitiv, IHSG mengalami peningkatan sebanyak 14,03 persen pada 2 Februari 1998.

Akan tetapi, melonjaknya IHSG tidak diikuti oleh teman-teman pada bursa saham Asia. Pada perdagangan kemarin, banyak bursa saham Asia yang melaju di jalur merah. Hanya IHSG dan indeks S&P/ASX 200 yang mengalami penguatan. Indeks S&P/ASX 200 mengalami penguatan sebanyak 2,3 persen dan bertengger di posisi 5.113,30.

Ketika Wall Street membaik lagi pada pagi hari ini, IHSG diharapkan akan tetap mengalami penguatan di perdagangan hari ini. Faktor tersebut bisa menjadi penyebab terjadinya reli penguatan IHSG di zona hijau.

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 26 Maret 2020

ihsg pecahkan rekor

IHSG Pecahkan Rekor di Perdagangan Kemarin