in

IHSG Pecahkan Rekor di Perdagangan Kemarin

ihsg pecahkan rekor
Photo by Austin Distel on Unsplash

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pecahkan rekor pada perdagangan Kamis (26/3)kemarin. IHSG mampu meroket tajam sebanyak 10,19 persen dan bertengger di posisi 4.388,904 sepanjang perdagangan berlangsung. Meroketnya pergerakan IHSG bukan hanya pergerakan terbaik sepanjang tahun saja, tapi kenaikan harian terbaik sejak tahun 1999.

Selain meningkatnya nilai IHSG secara tajam di perdagangan kemarin, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga memiliki rekor yang lain. BEI mencatatkan bahwa frekuensi perdagangan harian di perdagangan kemarin memiliki frekuensi tertinggi dalam 6 bulan terakhir.

Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, menunjukkan bahwa frekuensi tersebut mengalahkan frekuensi perdagangan pada 12 September 2019 yang lalu. Laksono juga mengatakan bahwa tercatat ada 879.652 kali transaksi pada perdagangan kemarin. Padahal, pada September 2019 rekor mencatat ada 655.380 kali transaksi.

Emiten Terkena ARA seiring IHSG Pecahkan Rekor

Selain IHSG yang pecahkan rekor, ada beberapa emiten yang harus terkena Auto Rejection Atas (ARA) karena nilai saham emiten tersebut juga meroket. Dilansir dari data BEI, untuk saham yang dibanderol Rp50-Rp200, batas ARAnya adalah 35 persen. Emiten yang harus menerima ARA adalah PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU)  dengan peningkatan sebanyak 34,78 persen. Selanjutnya disusul oleh PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dengan lompatan sebanyak 33,33 persen. Terakhir, ada PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) yang juga meningkat sebanyak 32,43 persen

Baca Juga  IHSG Diprediksi Bergerak Melemah, Ada Apa?

Sedangkan untuk saham yang dibanderol Rp200-Rp5.000, batas ARAnya adalah lebih dari 25 persen. Emiten yang harus terkena ARA antara lain PT Diamond Citra Proper Tbk. yang meningkat sebanyak 25 persen. Setelah itu disusul oleh PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Sentra Mitra Informatika Tbk. (LUCK) yang juga meningkat sebanyak 25 persen. Pun dengan PT Indofarma Tbk (INAF) yang meningkat sebanyak 25 persen.

Untuk saham yang memiliki harga lebih dari Rp5.000, batas ARAnya adalah lebih dari 20 persen. Emiten saham yang hampir terkena ARA antara lain PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. (INTP) meningkat sebanyak 19,81 persen sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk meningkat 19,38 persen.

Saham Lq45

Wall Street Membaik, Apakah IHSG Bisa Mengikuti?

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 27 Maret 2020