in

Stimulus Pemerintah RI Menyebar Untuk Ojol dan UMKM

Stimulus Pemerintah RI
Photo by rupixen.com on Unsplash

Dengan menyebarnya virus Corona yang makin merajalela, Pemerintah RI akan memberikan stimulus untuk sisi ekonomi dan kesehatan. Pemerintah menyatakan bahwa aspek ekonomi dan aspek kesehatan harus berjalan bersama untuk meredam virus Corona.

Susiwijono, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan bahwa pemerintah berusaha keras membuat roda perekonomian tetap berputar. Ia mengatakan bahwa sektor ekonomi akan terus dijaga untuk bergerak, sementara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 berfokus terhadap virus Corona.

Susiwijono menjelaskan bahwa pemerintah RI sudah mengeluarkan stimulus ekonomi jilid I untuk menangani dampak Covid-19. Stimulus ini diberikan untuk pebisnis dan pekerja. Stimulus ini diberikan untuk menambah kepercayaan diri dan optimisme bersama di tengah serangan Corona yang membabi buta ini, ujarnya.

Stimulus yang Diberikan Pemerintah RI

Stimulus Ekonomi I telah diterbitkan pada 25 Februari 2020 lalu. Kebijakan tersebut memiliki 8 poin kebijakan. Kebijakan tersebut yaitu kartu prakerja, kartu sembako, stimulus perumahan, dan implementasi harga aftur. Selain itu ada pula kebijakan insentif untuk wisatawan mancanegara, insentif untuk wisatawan domestik, hibah daerah untuk dukungan wisata dan tarif pajak hotel-restoran. Alokasi dana untuk stimulus ekonomi I ini sejumlah Rp10,3 triliun.

Baca Juga  IHSG Darurat! Anjlok 1 Persen di Awal Pekan

Seiring dengan berkembangnya kasus Corona di Indonesia, pemerintah terus mengkaji jenis stimulus yang cocok. Oleh karena itu muncul stimulus Ekonomi II oada 13 Maret 2020. Stimulus ini memiliki 8 kebijakan dengan uraian 4 kebijakan sektor fiskal perpajakan dan 4 non fiskal tentang lalu lintas barang.

Susiwijono menjelaskan bahwa dana yang dialokasikan untuk semua stimulus ekonomi ini ada sebesar Rp158,2 triliun. Rincian dari pengalokasian dana ini adalah Stimulus Ekonomi I sejumlah Rp10,3 triliun, Stimulus Ekonomi II sejumlah Rp22,9 triliun. Selain itu ada juga pelebaran defisit anggaran sebesar 0,8 persen dari PDB sejumlah Rp125 triliun.

Pemerintah RI juga akan memberikan stimulus lanjutan setelah melihat perkembangan virus Covid-19 ini. Stimulus ini akan fokus terhadap 2 hal. Fokus pertama adalah daya beli masyarakat dan sektor korporasi. Untuk yang kedua akan berfokus terhadap kelangsungan usaha dan pengurangan PHK.

Demi meningkatkan daya beli, sasaran utama stimulus ini adalah rumah tangga termiskin. Pemerintah akan memberikan BLT (Bantuan langsung Tunai) kepada 40 persen rumah tangga termiskin, sekitar 29,3 juta orang.

Baca Juga  Sepekan Jokowi Dilantik Presiden, Dolar AS Bergerak Stabil

Selanjutnya ada BLT untuk komunitas yang terkena imbas Corona. Sasaran dari stimulus ini adalah pengusa toko kecil, pedagang pasar, dan lainnya. Target kedua adalah para driver ojek online atau ojol. Sasaran ketiga adalah pekerja harian di mall, pusat perbelanjaan, dan lain-lainnya.

Cicilan Kredit Masih ‘Jalan’, Curhat Driver Ojol

Harga Emas COMEX Kembali Melonjak

Usai Terperosok, Harga Emas COMEX Kembali Melonjak