in

2 Hari Menguat, IHSG Tergelincir 4,7 Persen

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah
Picture by geralt on Pixabay

Setelah mengalami peningkatan secara terus menerus dalam 2 hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya merosot lagi. IHSG tergelincir sebanyak 4,7 persen pada perdagangan hari ini Senin (30/3). Hal ini terjadi karena belum membaiknya sentimen pasar global walaupun adanya stimulus dari Amerika Serikat (AS) untuk meredam efek Corona.

Pada pukul 9.30 tadi pagi, IHSG sudah tergelincir sebanyak 4,7 persen dan bertengger di posisi 4.328,937. Padahal pada perdagangan Kamis (26/3) yang lalu IHSG mencetak rekor dengan adanya peningkatan harian terbesar sejak Juni 1999. Untuk rekor peningkatan harian terbesar sepanjang masa adalah pada 2 Februaru 1998 ketika IHSG meroket sebanyak 14,03 persen, dilansir Refinitiv. Sedangkan pada Jumat (27/3) IHSG masih terus menanjak sebanyak 4,76 persen.

Penguatan yang dirasakan IHSG didasari oleh adanya bazooka stimulus dari AS. Pada Jumat waktu AS, Donald Trump mengesahkan undang-undang stimulus fiskal. Dalam undang-undang ini, stimulus yang diberikan sangat besar, yaitu sebanyak US$2 triliun. Stimulus ini adalah stimulus terbesar dalam sejarah perdagangan di Amerika Serikat.

Baca Juga  Harga Emas Jatuh Mengikuti IHSG dan Rupiah, Kok Bisa?

Akan tetapi, stimulus yang diberikan AS masih belum bisa menopang bursa saham global dan IHSG pada minggu ini. Sentimen negatif terhadap pelaku pasar karena virus COVID-19 masih menghantui pasar.

Menurut data yang dilansir dari worldometers, per Senin (30/3) pukul 10.25 WIB, jumlah kasus Corona di seluruh dunia ada sebanyak 722,196 kasus. Virus ini sudah menelan korban jiwa sebanyak 33.976. Di sisi lain, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah yaitu sebanyak 151.766 pasien.

Di Indonesia sendiri, virus ini masih merajalela. pada akhir minggu kemarin, kasus Corona di Indonesia sudah mencapai 1.285 kasus positif. Jumlah korban jiwa dari kasus ini ada sebanyak 114 orang dan 64 dinyatakan telah sembuh.

Oleh karena faktor tersebut, muncullah faktor negatif yang membuat IHSG makin merosot. Pada hari ini ada 2 emiten yang terkena ARB (Auto Reject Bawah) dan 126 emiten mengalami pemerosotan lebih dari 6 persen.

Penundaan Pembayaran untuk KUR

Restrukturisasi Kredit, Sederet Bank Ikuti Kebijakan OJK

OJK Keringanan Cicilan

Reaksi HIMBARA Akan Kebijakan Restrukturisasi Kredit