in

Reaksi HIMBARA Akan Kebijakan Restrukturisasi Kredit

OJK Keringanan Cicilan
Photo by Afif Kusuma on Unsplash

HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) adalah organisasi yang terdiri dari Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BTN. HIMBARA mendukung akan kebijakan yang dikeluarkan melalui Otoritas Jasa keuangan (OJK) tentang restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit adalah bagian dari kebijakan stimulus countercylical untuk industri perbankan untuk tetap tumbuh di tengah wabah Corona.

Kebijakan akan stimulus tersebut ada dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2020. peraturan tersebut mengatur tentang:

  • Penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga. Hal tersebut hanya untuk kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain dengan nilai plafon di bawah Rp10 miliar.
  • Peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi selama masa berlakunya POJK. Ketentuan ini bisa dilakukan oleh Bank tanpa melihat batasan plafon.

Sunarso, ketua HIMBARA, menyatakan bahwa ia mendukung dan berkomitmen untuk menjalankan stimulus yang ada. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menyelamatkan pelaku UMKM (Usaha Mikro, kecil, dan Menengah) di Indonesia yang terkena imbas Corona. Sunarso juga berkata bahwa tiap bank yang tergabung dalam HIMBARA akan membuat kebijakan internal dan siap merilis stimulus tersebut.

Baca Juga  IHSG Dibuka Di Zona Merah Pada Pagi Ini

Sunarso menambahkan, dalam teknis pelaksanaan, bank yang tergabung di HIMBARA akan menilai nasabahnya dan akan menentukan tingkat restrukturisasi kredit. Bank dapat menentukan nasabah mana yang berhak mendapatkan restrukturisasi berat, sedang, ringan, atau tidak sama sekali.

Debitur yang memiliki hak untuk mendapatkan restrukturisasi kredit adalah debitur yang terkena imbas dari Corona, baik secara langsung atau tidak langsung. Debitur dalam hal ini adalah pelaku UMKM di bidang ekonomi pariwasata, transportasi, perhotelan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Selain itu, HIMBARA juga akan menjaga roda perekonomian tetap bergerak dengan menjalankan berbagai skema restrukturisasi bagi debitur UMKM. Skema tersebut antara lain adalah penurunan suku bunga pinjaman, dipanjangkan jangka waktu pembayaran, hingga adanya keringanan bunga tunggakan. Hal ini bisa diterima debitur jika syarat-syarat tertentu sudah dipenuhi.

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah

2 Hari Menguat, IHSG Tergelincir 4,7 Persen

dolar australia menguat

Dolar Australia Menguat Melawan Rupiah, Kenapa?