in

Dolar Australia Menguat Melawan Rupiah, Kenapa?

dolar australia menguat
Picture by QuinceCreative on Pixabay

Dolar Australia menguat melawan rupiah pada perdagangan hari ini, Senin (30/3). Dolar Australia sudah mendekati ke level Rp10.000/AU$. Faktor yang membuat dolar Australia menjadi menguat melawan rupiah adalah kembali buruknya sentimen pasar akibat virus Corona.

Per pukul 10.36 WIB, AU$1 menguat sebanyak 0,47 persen setara dengan Rp9.972,63. Pada awal perdagangan hari ini dolar Australia sempat berada di titik Rp9.988,88. Padahal sudah cukup lama dolar Australia tidak mendekati Rp10.000. Tercatat, dolar Australia ada di titik Rp10.000 pada 10 Juni 2019.

Hingga perdagangan hari ini, dolar Australia sudah mengalami penguatan secara berturut-turut. Reli ini sudah terjadi selama 8 hari terakhir dan total penguatan yang dialami dolar Australia adalah 13,69 persen.

Virus Corona masih menjadi momok utama bagi pelaku pasar di seluruh dunia. Semakin meluasnya penyebaran ini, banyak pelaku pasar yang enggan untuk melakukan investasi di aset-aset yang berisiko tinggi. Hal ini dapat dilihat dari memerahnya harga saham Asia pada hari ini. Selain itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami kemerosotan sebanyak 5,01 persen. Oleh karena itu trading halt (penghentian sementara) sempet terjadi di perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 16 April 2020

Menurut data yang dilansir oleh worldometers, per Senin (30/3) pukul 11.37 WIB, sudah terjadi kasus Corona di dunia sebanyak 722.350 kasus. Virus yang disebut COVID-19 ini juga sudah menelan korban jiwa sebanyak 33.980 orang. Jumlah pasien yang sembuh dari Corona ada sebanyak 151.766 pasien. Di Australia sendiri sudah terjadi kasus Corona sebanyak 3.984 kasus. Dengan korban jiwa sebanyak 16 orang dan 244 pasien yang sudah sembuh.

Selain itu dengar terdengarnya kabar terjadinya pembatasan akses masuk (lockdown) ke wilayah Jabodetabek. Dengan adanya karantina tersebut, pasar akan memiliki reaksi yang negatif. Faktor tersebut juga menjadi faktor lain yang menekan nilai rupiah di pasar.

OJK Keringanan Cicilan

Reaksi HIMBARA Akan Kebijakan Restrukturisasi Kredit

China memotong nilai bunga acuan

Imbas Corona, China Memotong Nilai Bunga Acuan