in

Imbas Corona, China Memotong Nilai Bunga Acuan

China memotong nilai bunga acuan
Photo by Eric Prouzet on Unsplash

Secara tak terduga, Bank Sentral China memotong nilai bunga acuan mereka. Penurunan nilai bunga cuan tersebut sebanyak 20 basis poin pada Senin (30/3) hari ini. Hal ini terjadi karena adanya upaya untuk meredam dampak virus Corona terhadap pertumbuhan ekonomi China.

Menurut AFP, Suku 7-Day Reverse Repo Rate Bank Sentral China telah diturunkan menjadi 2,20 persen. Pada awalnya, 7-Day Reverse Repo Rate Bank Sentral China ada pada titik 2,40 persen. Seven-day reverse repo adalah jenis pinjaman jangka pendek yang sering dipakai oleh bank sentral. Hal ini dilakukan untuk menambah tingkat likuiditas. Meningkatnya likuiditas akkan mempengaruhi suku bunga lain yang ada di perbankan tersebut.

Dilansir dari Trading Economics,China memotong nilai bunga acuan cukup besar. Pemotongan ini adalah pemotongan terbesar dalam 5 tahun terakhir. Selain itu Bank Sentral China juga memberikan stimulus sebanyak 50 miliar yuan (US$ 7 miliar) di pasar uang dengan bentuk 7-day reverse repo.

Kiat-kiat yang dilakukan oleh pemerintah China ini adalah cara untuk menahan dampak Corona terhadap ekonomi China. China sempat luluh lantak ekonominya akibat virus Corona. Virus ini pertama kali terdeteksi di daerah Wuhan, China pada akhir tahun 2019 yang lalu. Pemerintah China sampai melakukan lockdown di beberapa kota untuk menanggulangi efek Corona. Hal ini membuat roda perekonomian China harus berjalan terseok-seok.

Baca Juga  Harga Emas Naik Turun, AS-China Penyebabnya

Karena adanya Corona, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I 2020 diproyeksikan akan mengalami penurunan daripada sebelumnya.

Diambil dari hasil jajak Reuters pada 3-5 Maret, pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan akan turun ke titik 3,5 persen pada kuartal ini dari 6 persen di kuartal 4 2019. Perkiraan ini jelas menurun dari hasil jajak pendapat yang dilakukan pada 14 Februari lalu. Bahkan, ada beberapa pakar yang sudah mempersiapkan skenario terburuk. Proyeksi pada kuartal 1 akan ada pada titik 2,4 persen.

dolar australia menguat

Dolar Australia Menguat Melawan Rupiah, Kenapa?

Market Oder dalam Trading Forex, Apa Itu?

Market Order dalam Trading Forex, Apa Itu?