in

Hebat! Bursa Saham Asia Mulai Bergairah

Bursa saham Asia
Photo by StockSnap on Pixabay

Bursa saham Asia Pasifik mulai bergairah lagi pada perdagangan pagi ini, Selasa (31/3). Hal ini terjadi karena adanya laporan tentang index PMI Manufaktur China yang ada di titik 52,0. Titik ini menunjukkan adanya ekspansi dan adanya perlawanan terhadap adanya proyeksi kontraksi ekonomi di China.

Menurut analisis yang dilansir oleh Reuters, angka manufaktur China diproyeksikan akan ada di titik 45. Menurut fundamental, jika index tersebut ada di atas 50 menunjukkan adanya ekspansi, namun jika di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Peningkatan yang paling besar dirasakan oleh saham Australia dengan saham S&P/ASX 200 yang mengaami peningkatan sebanyak 2,79 persen. Saham negeri Ginseng, KOSPI dan KOSDAQ,  juga menguat. Index KOSPI menguat sebanyak 1,61 persen sedankan index KOSDAQ menguat sebanyak 3,04 persen. Pun dengan Hong Kong, Indeks Hang Seng juga meroket sebanyak 1,72 persen di awal perdagangan. Nikkei 225 Jepang mengalami peningkatan tipis sebanyak 0,74 persen. Akan tetapi, indeks Topix Japang malah merosot ke area negatif dengan penurunan sebanyak 0,32 persen.

Baca Juga  Efek Corona, Bursa Asia Masih Lesu

Pasar saham Australia mengalami peningkatan seiring dengan menghijaunya nilai Wall Street. Investor memberikan sentimen positif setelah adanya dorongan stimulus dari pemerintahan Australia. Pemerintah Australia memberikan suntikan dana sebanyak AU$130 miliar untuk meredam efek pandemi Corona.

Empat saham emiten sektor perbankan Australia juga mendapatkan cuan yang besar. Di posisi pertama ada saham Westpac yang terbang hampir mendekati 7 persen. Selanjutnya disusul oleh National Australia Bank yang mengalami penguatan lebih dari 6 persen. Sedangkan Commonwealth Bank dan ANZ Banking menguat masing-masing sebanyak hampir 6 persen.

Saham Asia bisa mulai bergairah lagi karena adanya data dari pabrik China. Data dari pabrik tersebut memberikan adanya harapan untuk rebound disaat adanya lockdown di beberapa negara. Proyeksi global untuk pasar Asia dinilai cukup optimis. Hal ini juga didukung dengan adanya penjualan besar yang terjadi di sesi terakhir. Di sesi terakhir tersebut pasar Eropa dan AS sedang naik.

saham farmasi

Saham Farmasi yang Cuan Besar di Badai Corona

restrukturisasi kredit

7 Restrukturisasi Kredit yang Bisa Diberikan Bank