in

Stimulus Jokowi, Berikut Prediksi Pergerakan IHSG

Volatilitas IHSG
picture by Geralt on Pixabay

Beberapa pakar prediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak ke arah melemah pada Rabu (1/4) ini. Hal ini didasari oleh faktor bergeraknya Wall Street ke zona merah pada dini hari tadi.

Di perdagangan kemarin, Selasa (31/3), IHSG mengalami penguatan sebanyak 2,82 persen dan bertengger di titik 4.538,93. IHSG memiliki rentang tertinggi 4.569,47 dan terendah 4.416,50. Sentimen negatif masih dirasakan IHSG karena masih adanya tekanan dari penyebaran pandemi Corona yang tak kunjung usai.

Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah nilai transaksi pada perdagangan Selasa kemarin adalah Rp7,92 triliun. Dalam transaksi tersebut investor asing melakukan aksi net sell (jual bersih) sebanyak Rp10,31 triliun di pasar reguler dan negosiasi.

Wall Street mengalami penurunan di penutupan perdagangan dini hari tadi. Hal ini dikarenakan adanya kerugian di sektor utilitas, keuangan dan telekomunikasi. Indeks Dow Jones Indistrial Average (DJIA) merosot sebanyak 410 poin atau 1,8 persen dan bertengger di posisi 21.917,6. Penurunan DJIA terjadi karena merosotnya saham American Express, yang turun lebih dari 5 persen. Seiring dengan DJIA, saham S&P 500 dan Nasdaq Composite pun juga mengalami pemerosotan. S&P 500 turun 1,6 persen menjadi 2.584,59 sedangkan Nasdaq Composite merosot hampir 1 persen menjadi 7,700.10.

Baca Juga  Analisa Laju IHSG Setelah Suntikan Stimulus Jokowi

Prediksi Pergerakan IHSG

Berikut adalah prediksi pergerakan IHSG berdasarkan  indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Menurut indikator itu IHSG masih memiliki kenaikan (bullish). IHSG masih berusaha menembus level resistance di 4.600 dan bergerak ke zona 4.750. Untuk support, adai di 4.445 hingga area 4.300.

Berdasarkan pola batang lilin (candlestick), three inside up dari batang bearish sebelumnya sudah terlihat. hal ini menunjukkan adanya pergerakan rebound.

Menurut indikator Commodity Channel Index (CCI), sinyal jual beli masih terlihat ke atas. Pun dengan indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menunjukkan potongan di bawah area jenuh jual (oversold) yang menunjukkan rebound.

Kesimpulannya, pergerakan IHSG selanjutnya diprediksi untuk mendapatkan sedikit tekanan sebelum bergerak rebound.

Stop Loss Order

Stop Loss Order dalam Trading Forex, Apa Itu?

dolar singapura

Dolar Singapura Makin Menguat Melawan Rupiah