in

Analisa Laju IHSG Setelah Suntikan Stimulus Jokowi

IHSG diramalkan menguat
Photo by Frank Busch on Unsplash

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan rebound pada hari ini, kamis (2/4) setelah mengalami pemerosotan di sesi kemarin. Faktor ini didasari oleh Wall Street futures yang bergerak kembali ke zona hijau. Selain itu, dengan adanya stimulus dan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu), juga menjadi faktor yang mendongkrak IHSG.

Pada perdagangan Rabu, (1/4) kemarin, IHSG mengalami kemerosotan sebanyak 1,61 persen dan bertengger di level 4.466,04. Laju IHSG kemarin ada di rentang harga tertinggi 4.627,42 dan terendah 4.445,14. Nilai ini muncul akibat adanya sentimen negatif dari pasar. Sentimen negatif ini berasal dari penyebaran virus Corona yang tak kunjung usai.

Selain itu, menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah nilai transaksi di perdagangan Rabu kemarin adalah sejumlah Rp 7,3 triliun. Investor asing juga melakukan net sell (jual bersih) sebanyak Rp 166,24 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Jika melihat perkembangan bursa saham Amerika Serikat (AS), pada pembukaan perdagangan Rabu, Wall Street masih mengalami pemerosotan. Dow Jones Industrial Average (DJIA) mengalami pemerosotan sebanyak 4,4 persen, atau 973,65 poin. DJIA bertengger pada posisi 20.943,51. Pun dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite yang juga tergelincir. Keduanya mengalami pemerosotan sebanyak 4,4 persen. Indeks Indeks S&P 500 duduk di posisi 2.470,50 sedangkan Nasdaq Composite di 7.360,58.

Baca Juga  Benarkah Dana Haji Dimanfaatkan Untuk Perbaikan Jalan Tol?

Akan tetapi di pagi ini Wall Street bergerak ke arah hijau. Per pukul 07.25 WIB, indeks Dow Jones futures naik 0,99 persen dan bertengger pada posisi 20.943. Begitu pula dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite. S&P 500 menguat 1,03 persen dan duduk di  2.473. Nasdaq Composite menguat 0,96 persen dan ada di posisi 7.510.

Analisa Teknikal Laju IHSG

Menurut data yang dirilis CNBC Indonesia, Laju IHSG dengan indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support) akan bergerak ke atas (bullish). IHSG masih berusaha untuk menembus level resistance di 4.580 dan bergerak terus ke arah 4.695. Sedangkan level suppoert ada di 4.395 hingga area 4.330.

Jika dilihat dari Commodity Channel Index (CCI), sinyal jual atau beli masih terlihat bergerak ke atas. Garis CCI ini masih mencoba untuk melewati batas pivot dari CCI. Pun dengan ndikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) dan garis MA yang berpotongan di bawah area oversold. Hal ini menandakan akan terjadinya rebound.

Baca Juga  Corona Mendunia, The Fed Pangkas Bunga Acuan Menjadi 0 Persen

Kesimpulannya, IHSG memiliki potensi untuk rebound. hal ini didasari adanya sentimen positif dari Wall Street dan analisa teknikal yang mencoba melewati batas resistance.

Harga Batu Bara melorot

Harga Batu Bara Melorot Akibat Dampak Corona

rupiah makin melemah

Ancaman Resesi, Rupiah Makin Melemah