in

Ancaman Resesi, Rupiah Makin Melemah

rupiah makin melemah
Photo by bady qb on Unsplash

Nilai tukar rupiah makin melemah melawan dolar Amerika Serikat AS pada perdagangan hari ini, Kamis (2/4). Ancaman adanya resesi menjadi faktor utama penyebab terjadinya pelemahan ini.

Per hari ini, US$1 dibanderol Rp16.500 pada saat pembukaan pasar spot. Nilai rupiah makin lemah dan mengalami pemerosotan sebanyak 0,36 persen dari penutupan perdagangan kemarin. Di perdaganagn Rabu (1/4) kemarin, rupiah terjun bebas sebanyak 0,86 pesen melawan dolar AS. Hingga hari ini rupiah sudah mengalami kemerosotan sebanyak 18,44 persen.

Penurunan ini diperkirakan terjadi akibat Wall Street yang masih lesu. Hal ini ditunjukkan dari indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang jatuh bebas sebanyak 4,44 persen. Selain itu S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami kemerosotan yang cukup tajam yaitu sebanyak 4,41 persen. Menurunnya nilai Wall Street ini menandakan bahwa investor masih enggan melakukan investasi yang berisiko. Penyebab utamanya tidak lain adalah penyebaran pandemi Corona yang tak kunjung usai.

Diambil dari data yang dirilis oleh worldometers, per kamis (4/2) pukul 9.18 WIB, jumlah kasus virus Corona di seluruh dunia sudah mencapai 935.751. Jumlah korban jiwa yang ditimbulkan oleh virus ini ada sebanyak 47.241 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh dari virus ini ada sejumlah 194.286.

Baca Juga  Rupiah Menguat Lawan Dolar Singapura

Dengan adanya penyebaran virus Corona ini, banyak pemerintah dari berbagai negara yang membatasi aktivitas publik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus Corona.

Dengan adanya pembatasan aktivitas publik ini, perputaran roda ekonomi dunia pun menjadi terhambat. Hal ini menjadi faktor pertumbuhan ekonomi dunia menjadi makin terpuruk. Dana Moneter International (IMF) menyatakan bahwa perekonomian dunia sudah berjalan menuju arah resesi.

Dengan ancaman resesi yang makin nyata ini, banyak investor yang menjauh dari aset berisiko yang ada di negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Hal ini membuat rupiah makin melemah di hadapan mata uang asing.

IHSG diramalkan menguat

Analisa Laju IHSG Setelah Suntikan Stimulus Jokowi

Harga Emas merosot

Volatilitas Emas Masih Tinggi, Investor Waspada