in

Volatilitas Emas Masih Tinggi, Investor Waspada

Harga Emas merosot

Dengan adanya krisis pandemi Corona di seluruh dunia, volatilitas emas menjadi makin tinggi. Di perdagangan pasar spot pukul 081.3 WIB tadi, harga emas sempat mengalami penguatan sebanyak 0,1 persen. Akan tetapi, pada pukul 09.15 WIB harga emas kembali jeblok ke 0,35 persen dan bertengger di level 1.585,26 per troy ons.

Harga emas sempat melambung tinggi sebanyak 1,24 persen pada perdagangan kemarin, Rabu (1/4). Dengan naiknya harga emas, banyak investor yang melakukan profit taking sehingga menyebabkan harga emas terkoreksi. Harga emas menjadi terpengaruh oleh sentimen yang sama dengan pasar saham.

Dengan adanya tekanan jual yang makin besar di pasar global, banyak investor yang melakukan likuidasi terhadap emas mereka. Hal ini dilakukan untuk menutup margin calls dan kerugian yang terjadi pada investasi di tempat lain.

Dengan semakin menyebarnya virus Corona di seluruh dunia membuat banyak negara menjalankan strategi-strategi khusus. Sebagai contoh Pemerintah AS mengeluarkan stimulus yang luar biasa sejumlah US$2,2 triliun. Selain itu ada strategi lain yaitu program pembelian aset oleh The Fed (Bank Sentral AS) dengan nilai tak terbatas.

Baca Juga  Aksi 22 Mei, Perekonomian Ibu Kota Alami Kekacauan

Namun hal itu masih belum bisa membendung efek Corona. Pada penutupan dini hari tadi, indeks Wall Street masih melaju di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500 dan Nasdaq Composite harus mengalami kemerosotan sebanyak 4,4 persen.

Volatilitas emas makin tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah corona sebagai pandemi. Hal ini menjadi faktor utama penggerak harga saham dan emas belakangan ini.

Emas sekarang memiliki peran baru selain menjadi aset safe haven atau aset risiko rendah. Sekarang emas juga menjadi sumber likuiditas. Likuiditas memang menjadi faktor penting di tengah ramainya badai Corona. Hal ini dikarenakan wabah ini sudah menyerang ke ranah perekonomian.

rupiah makin melemah

Ancaman Resesi, Rupiah Makin Melemah

Dongkrak IHSG

Stimulus Jokowi Belum Mampu Dongkrak IHSG