in

Stimulus Jokowi Belum Mampu Dongkrak IHSG

Dongkrak IHSG
Photo by Isaac Smith on Unsplash

Stimulus yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo, belum mampu dongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan hari ini. IHSG masih merasakan tekanan di perdagangan hari ini, Kamis (4/2) dengan semakin memburuknya perkembangan virus Corona.

Di pukul 09.00 WIB tadi, IHSG dibuka dalam keadaan statis di level penutupan kemarin taitu di titik 4.466,04. Akan tetapi, IHSG kembali melaju ke zona Merah beberapa menit kemudian. Kemerosotan IHSG ini mengekor kemerosotan bursa saham Asia pada hari ini. Per pukul 09.05 WIB tadi, IHSG sudah tergelincir sebanyak 1,28 persen dan terperosok ke level 4.409,11. Dalam perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp46,7 miliar.

Dilihat pada pukul 08.45 tadi pagi, bursa saham Asia sedang mengalami depresiasi. KOSPI merosot 0,38 persen, Shang Hai Composite melorot 0,52 persen, Topix jatuh bebas 0,99 persen, Hang Seng terggelincir 1,07 persen dan Strait Times ambrol 1,56 persen. Walaupun sudah ada stimulus dari berbagai negara, investor masih enggan berinvestasi akibat perkembangan kasus COVID-19 yang masih terus meningkat.

Baca Juga  IHSG Diprediksi Melemah, Kenapa?

Stimulus yang diberikan Jokowi ternyata hanya bersifat sementara dan belum bisa dongkrak IHSG. Stimulus tersebut digelontorkan sebanyak Rp405 triliun rupiah. IHSG sempat mengalami kenaikan sebanyak 0,31 persen pada perdagangan kemarin. Akan tetapi, IHSG harus kembali merasakan kemerosotan pada perdagangan hari ini sebanyak 1,6 persen.

Pergerakan IHSG kembali menurun setelah adanya pengumuman skenario terburuk COVID-19 terhadap perekonomian RI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan mengatakan jika ekonomi Indonesia bisa saja terkontraksi sebanyak 0,4 persen pada tahun ini. Selain itu ada pula kemungkinan rupiah mengalami kemerosotan tajam hingga ada di titik Rp20.000 per dolar US.

Dengan adanya hal tersebut, banyak investor asing yang segera melakukan aksi net sell atau jual bersih. Penjualan ini terjadi baik di pasar reguler dan pasar non-regular. Nilai transaksi pada perdagangan kemarin mencapai Rp166,24 miliar.

Harga Emas merosot

Volatilitas Emas Masih Tinggi, Investor Waspada

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

Indeks Saham Asia Masih Mengalami Depresiasi