in

Indeks Saham Asia Masih Mengalami Depresiasi

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Bursa saham Asia masih mengalami depresiasi di perdagangan hari ini, Kamis (4/2). Depresiasi bursa saham Asia ini juga terjadi mengiringi dengan kemerosotan bursa Wall Street.

Per kamis (2/4) pukul 08.50 WIB, berikut adalah laju bursa saham Asia. FTSE Bursa KLCI Malaysia mengalami kemerosotan sebanyak 0,34 persen. Selanjutnya disusul oleh Weighted Index Taiwan merosot 0,46 persen. KOSPI Korea Selatan yang terjerembab sebanyak 0,47 persen. SSE Composite China juga merosot sebanyak 0,52 persen. Indeks Topix Jepang jatuh bebeas sebanyak 0,98 persen. Hang Seng Hong Kong merosot sebanyak 1,07 persen. Terakhir, penurunan paling besar dirasakan oleh Straits Time Singapore dengan kemerosotan sebanyak 1,65 persen.

DIni hari tadi, Wall Street juga mengalami kemerosotan yang cukup tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) terjun bebas 4,44 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite sama-sama tergelincir di titik 4,41 persen

Merosotnya nilai Wall Street ini menunjukkan bahwa investor masih enggan untuk mengambil risiko dan bermain aman. Hal ini terjadi karena adanya pandemi Corona yang msaih belum selesai hingga saat ini.

Baca Juga  Bursa Saham Asia Membaik Hari Ini

Diambil dari data worldometers, per Kamis (2/4) pukul 11.31 WIB, sudah terjadi 936.045 kasus Corona di seluruh dunia. Jumlah korban jiwa akibat kasus ini juga semakin banyak. Sudah ada 47.245 orang yang kehilangan nyawanya. Di sisi lain ada 194.576 pasien yang sudah sembuh dari virus ini.

Episentri virus Corona ini sudah berpindah. Awalnya episentri virus ini ada di Wuhan, Cina dan sekarang episentri sudah ada di Amerika Serikat (AS). Jumlah kasus positif Corona di negeri Paman Sam ini sudah mencapai 213.372 orang. Jumlah pasien yang kehilangan nyawanya akibat virus ini ada sebanyak 4.757 pasien.

Dengan penyebaran virus Corona ini, kinerja perekonomian AS semakin memburuk. Dilaporkan dari ISM, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur AS periode Maret 2020 adalah 49,1. Indeks tersebut merosot dari jumlah sebelumnya yaitu 50,1.

Dongkrak IHSG

Stimulus Jokowi Belum Mampu Dongkrak IHSG

harga batu bara KO

Ekonomi China Membaik, Batu Bara Masih KO