in

Ekonomi China Membaik, Batu Bara Masih KO

harga batu bara KO
Photo by Dominik Vanyi on Unsplash

Harga batu bara termal kontrak berjangka (futures) ICE Newcastle masih KO. Padahal beberapa waktu lalu sempat menyentuh titik tertinggi di bulan Maret. Harga batu bara masih KO dan mengalami kemerosotan karena adanya pandemi Corona yang tak kunjung usai.

Di penutupan pasar kemarin, Rabu (1/4) harga batu bara kontrak Newcastle merosot sebanyak 1,34 persen dan ada di titik US$66,2 per ton. harga batu bara berkalori 6.000 Kcal per kilogram ini KO setelah menyentuh titik tertinggi bulan Maret di US$71,65 per ton.

Wabah Corona yang berasal dari Wuhan ini sudah dibilang bisa ditangani oleh China. Oleh karena itu ekonomi China sudah bisa mulai bnagkit kembali. Pada Maret kemarin, angka Purchasing manager Index (PMI) manufaktur China ada di titik 52. Hal ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur China mengalami ekspansi di bulan Maret. Padahal sebelumnya indeks PMI China sempat mengalami kemerosotan hingga memecahkan rekor. Indeks PMI China pernah ada di titik 35,7 akibat penyebaran virus Corona.

Baca Juga  Batu Bara Naik, Tapi Masih Belum Sekuat Dulu

Walaupun ekonomi China sudah mulai membaik, ekonomi global diproyeksikan masih akan merosot akibat adanya Corona. Virus ini sudah hampir menyebar ke seluruh negara di penjuru dunia.

Menurut data yang dirilis of worldometers, per Kamis (2/4) pukul 11.31 WIB, sudah terjadi 936.045 kasus Corona di seluruh dunia. Jumlah korban jiwa akibat kasus ini juga semakin banyak. Sudah ada 47.245 orang yang kehilangan nyawanya. Di sisi lain ada 194.576 pasien yang sudah sembuh dari virus ini.

Wabah yang makin menyebar di seluruh dunia ini menyebabkan roda ekonomi dunia menjadi terhambat. Terlebih lagi adanya beberapa negara yang mengeluarkan kebijakan untuk lockdown. Dengan adanya lockdown, banyak harga komoditas yang merosot, harga batu bara juga ikut terpengaruh. Walaupun harga batu bara lebih stabil ketimbang minyak mentah dan CPO, harga batu bara sudah mengalami depresiasi sebanyak 5,34 persen.

Rupiah Merosot Terhadap Mata Uang Safe Haven

Indeks Saham Asia Masih Mengalami Depresiasi

Trailing Stop Order dalam Trading Forex

Trailing Stop Order dalam Trading Forex