in

Prediksi IHSG Setelah Stimulus dan Wall Street Hijau

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump
Photo by Chris Liverani on Unsplash

Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir minggu ini, Jumat (3/4) memiliki potensi menguat. Investor sudah mulai memperhitungkan efek dari stimulus yang diberikan pemerintah untuk menanggulangi efek virus Corona. Selain itu, ada juga sentimen positif yang diberikan oleh Wall Street. Wall Street mengalami penguatan pada dini hari tadi.

IHSG ditutup dalam keadaan menguat sebanyak 1,47 persen dan bertengger di level 4.531,68 Pada perdagangan Kamis (2/4). IHSG melaju dalam entang harga tertinggi 4.531,68 dan terendah 4.393,67. Hal ini dikarenakan adanya stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah. Dengan adanya stimulus fiskal tersebut, pelaku pasar menjadi memiliki harapan yang makin tinggi.

Di sisi lain, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi yang terjadi selama perdagangan kemarin adalah sebanyak Rp6,61 triliun. Di transaksi tersebut, investor asing melakukan net sell (jual bersih) sebanyak Rp384,28 miliar di pasar reguler dan negosiasi

Di perdagangan hari ini, Jumat (3/4), Wall Street mengalami pelemahan pada pagi hari tadi. Indeks Dow Jones Futures mengalami pemerosotan sebanyak 0,6 persen dan bertengger pada 21.144. Pun dengan S&P 500 mengalami pelemahan sebanyak 0,63 persen menjadi 2.501. Di sisi lain, Nasdaq Composite mengalami penguatan tipis sebanyak 0,5 persen dan ada di posisi 7.592. Dengan adanya kemerosotan yang terjadi, IHSG memiliki sentimen negatif untuk adanya penguatan.

Baca Juga  Fresh Graduate UI Tolak Gaji 8 Juta. Berapa Gaji Normal Fresh Graduate Indonesia?

Prediksi IHSG Menurut Analisa Teknikal

Menurut analisa dari CNBC Indonesia, Laju IHSG dilihat menggunakan indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support), terlihat akan bergerak ke atas atau bullish. IHSG masih mencoba untuk menembus level resistance di 4.580 dan terus bergerak ke area 4.630.

Menurut indikator Commodity Channel Index (CCI), sinyal masih beli atau jual masih akan bergerak ke atas. CCI masih berusaha menembus batas pivotnya. Indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) juga menunjukkan garis MA yang sudah saling berpotongan di bawah area jenuh jual (oversold). Hal ini menunjukkan IHSG akan rebound.

Secara kesimpulan, IHSG diprediksi untuk bergerak menguat akibat stimulus dan adanya sentimen positif dari pelaku pasar.

Trailing Stop Order dalam Trading Forex

Trailing Stop Order dalam Trading Forex

Volatilitas IHSG

IHSG Dibuka dalam Keadaan Meroket