in

IHSG Dibuka dalam Keadaan Meroket

Volatilitas IHSG
picture by Geralt on Pixabay

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam keadaan meroket pada perdagangan Jumat (3/4) ini. IHSG dibuka meroket sebanyak lebih dari 1 persen. Pada pukul 09.00 tadi, IHSG masih stagnan di level penutupan kemarin yaitu 4.531,685. Lalu pada pukul 09.03 IHSG terbang tinggi sebanyak 1,07 persen dan bertengger di level 4.580,2. Secara week on week IHSG mengalami penguatan sebanyak 13,6 persen dalam seminggu terakhir dengan menggunakan data acuan Kamis (2/4).

Amerika Serikat (AS) sudah mengumumkan paket stimulus yang luar biasa sejumlah US$2,2 triliun untuk menahan efek dari virus Corona. Selain itu The Fed juga melakukan pembelian berbagai jenis aset keuangan dengan nilai yang tak terbatas (unlimited). Hal ini berhasil membuat pasar menjadi lebih tenang daripada sebelumnya.

Virus Corona sudah menyebar ke berbagai negara dan jumlah kasus yang terjadi juga makin masif. Menurut data dari worldometers, per Jumat (4/3), jumlah kasus Corona di seluruh dunia sudah mencapai 1.015.466. Jumlah korban jiwa dari kasus ini sudah mencapai 53.190 korban jiwa. Untuk pasien yang sembuh juga makin meningkat, yaitu 212.229 pasien.

Baca Juga  Obligasi RI Jangka Panjang Banyak Dicari Investor

Dengan semakin menyebarnya virus Corona ini, banyak negara-negara di dunia yang melakukan kebijakan lockdown. Beberapa negara yang melakukan lockdown antara lain adalah Italia, Spanyol, Perancis, India, Malaysia, Filipina, dan beberapa negara lain.

Akan tetapi, dengan adanya lockdown, pemerintah harus siap dengan konsekuensi yang ada. Orang-orang tidak bisa keluar rumah dan pabrik menjadi banyak yang berhenti beroperasi. Hal ini menyebabkan terhentinya perputaran roda ekonomi baik secara regional maupun global. Oleh karena itu banyak pakar ekonomi yang memperkiran pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia akan mengalami kemerosotan.

Hal ini dapat dilihat di AS yang mengalami peningkatan angka pengangguran. Angka pengangguran di AS sudah mengalami peningkatan hingga 6,6 juta orang. Hal ini jelas lebih banyak daripada estimasi sebelumnya, yaitu sekitar 4-5 juta orang pengangguran.

Bursa Asia Positif Lagi Akibat Kabar dari Trump

Prediksi IHSG Setelah Stimulus dan Wall Street Hijau

rupiah menguat

Arab-Rusia Akan Damai, Rupiah Menguat