in

Dolar Singapura Merosot dari Rekor Tertinggi

dolar singapura
Picture by Idyshah on Pixabay

Nilai tukar dolar Singapura akhirnya merosot di pembukaan perdagangan Jumat (3/4). Sebelumnya, dolar Singapura sudah mencetak rekor termahal sepanjang sejarah dalam minggu ini.

Menurut data yang dirilis oleg Refinitiv, per pukul 9.25 WIB tadi, SG$1 dibanderol 11.494,09. Nilai dolar Singapura merosot sebanyak 0,16 persen di pasar spot. Mata uang Singapura ini sudah mengalami penguatan sejak awal perdagangan minggu ini. Bahkan dolar Singapura sempat memecahkan rekor termahal secara intraday. Pada Kamis (2/4) kemarin, rekor termahal dolar Singapura melawan rupiah terpecahkan. 1 dolar Singapura dibanderol Rp 11.574,53 kemarin.

Dalam 4 hari perdagangan, dolar Singapura mengalami penguatan sebanyak 2,61 persen. Dengan adanya penguatan tersebut, aksi profit taking tidak terelakkan. Lebih lagi sentimen pelaku pasar sedang positif pada perdagangan hari ini.

Dengan meningkatnya harga minyak mentah di perdagangan Kamis kemarin membuat sentimen pasar menjadi positif lagi. Hal ini membuat bursa saham Amerika (AS), Wall Street, menjadi positif pula. Dengan positifnya Wall Street, bursa saham Asia mendapatkan angin segar.

Baca Juga  Buat Pecinta Ojol, Nih Tarif Baru Ojol di Seluruh Indonesia

Harga minyak mentah brent mengalami kenaikan hingga 21 persen dan light sweet meroket hingga 25 persen. Kenaikan harga tersebut terjadi karena adanya harapan berhentinya perang harga minyak antara Arab dan Rusia. Kedua negara tersebut melakukan perang harga setelah adanya kegagalan kesepakatan akan pemotongan produksi di tingkat OPEC+.

Sedangkan stimulus dari dalam negeri adalah usaha pemerintah untuk meredam efek pandemi Corona. usaha tersebut direspon cukup positif oleh pelaku pasar. Presiden Joko Widodo Jokowi pada hari Selasa (31/3) mengumumkan stimulus sejumlah Rp405,1 triliun. Rp75 triliun dari stimulus tersebut akan dialokasikan ke bagian kesehatan. Untuk jaring pengaman sosial atau sosial safety net (SSN) Rp110 triliun. Sedangkan insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat sebanyak Rp70,1 triliun. Selain itu Rp150 triliun juga dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional.

Dengan adanya stimulus tersebut diharapkan pandemi Corona bisa segera tertangani dan kondisi ekonomi Indonesia akan bangkit kembali.

rupiah menguat

Arab-Rusia Akan Damai, Rupiah Menguat

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah

Efek Corona, Bursa Asia Masih Lesu