in

Pemerintah RI Siap Keluarkan Pandemic Bond

PDB Indonesia diprediksi meningkat
Photo by Austin Distel on Unsplash

Pemerintah berencana untuk mengeluarkan surat utang khusus untuk mengantisipasi wabah virus Corona yang disebut Pandemic Bond. Sebelumnya, instrumen ini disebut sebagai Recovery Bond. Instrumen ini bisa dibeli oleh bank sentral alias Bank Indonesia, perusahaan BUMN dan swasta. Hal ini dilakukan untuk memberikan stimulus untuk ekonomi domestik setelah terkena imbas virus COVID-19.

Head of Economy Research PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana menuturkan bahwa pandemic Bond ini adalah salah satu solusi yang cukup baik, dikutip dari CNBC Indonesia. Dengan adanya instrumen ini likuiditas di pasar surat utang akan mengalami peningkatan.

Fikri menambahkan  insentif seperti pengurangan pajak pertambahan nilai (PPn), bisa dihilangkan untuk investor yang ingin membeli surat utang ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan minat dan mempermudah diserap oleh pasar.

Fikri mengatakan bahwa dengan adanya instrumen ini, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN 2020) bisa ditambal. Pemerintah juga telah mengalokasi dana tambahan sebanyak Rp405 triliun. Hal tersebut bisa menjadi pemicu melebarnya defisit fiskal menjadi 5% Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga  IHSG Dibuka di Zona Hijau Pada Pembukaan Perdagangan

Dengan diperbolehkannya Bank Indonesia (BI) membeli surat utang ini di pasar primer, pasar akan mendapatkan dampak positif. Dampak positifnya dalah meningkatnya likuiditas pasar primer. Akan tetapi pelaksanaannya harus tetap berhati-hati. Hal ini dikarenakan BI hanya bisa membeli surat utang di pasar sekunder menurut undang-undang yang berlaku.

Pada 31 Maret yang lalu, Presiden Indonesia Joko Widodo sudah menandatangani penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu guna melawan virus COVID-19. Perppu yang dimaksud adalah Perppu Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Salah satu kewenangan yang diterima BI dalam perppu tersebut adalah BI bisa membeli Surat Utang Negara dan/atau Surat Berharga Syariah Negara berjangka panjang di pasar perdana.

 

Bursa Asia kembali terperosok ke zona merah

Efek Corona, Bursa Asia Masih Lesu

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 03 April 2020