in

Bursa Saham Asia Merangkak Naik di Tengah Pandemi

Saham pilihan menopang IHSG
Photo by Lukas Blazek on Unsplash

Bursa saham Asia merangkak naik pada saat pandemi Corona di perdagangan hari ini, Senin (6/4). Banyak investor yang melakukan investasi di bursa Asia setelah merosot sangat amat tajam pada beberapa perdagangan terakhir, menurut CNBC Indonesia. Berikut adalah perkembangan indeks saham Asia di perdagangan hari ini.

Ada dua saham yang mengalami pelemahan di perdagangan hari ini, yaitu Bursa KLCI Malaysia dan SSE Composite China. KLCI Malaysia mengalami penurunan sebanyak 0,16 persen dan SSE Composite China merosot sebanyak 0,6 persen. 6 Sisa saham lainnya mengalami penguatan. Set index Thailand mengalami penguatan tipis sebanyak 0,05 persen. Weighted Index Taiwan dan Hang Seng Hong Kong mengalami penguatan masing-masing 0,75 persen dan 0,98 persen. Selanjutnya disusul oleh Straits Times Singapore dan Topix Index Jepang yang menguat sebanyak masing-masing 1,43 persen dan 1,45 persen. Penguatan terbesar dirasakan oleh KOSPI Korea yang meroket sebanyak 1,74 persen.

Pada minggu lalu, tiga indeks utama Wall Street mengalami pemerosotan sepanjang minggu lalu. Dow Jones Industrial Average (DJIA) melorot sebanyak 2,7 persen. Selanjutnya S&P 500 jatuh sebanyak 2,08 persen dan Nasdaq Composite tergelincir sejumlah 1,7 persen.

Baca Juga  Restrukturisasi Kredit Sulit Keluh Pelaku Usaha

Walaupun Wall Street mengalami depresiasi, bursa saham Asia masih tetap merangkak naik di perdagangan hari ini. Bahkan banyak investor yang mulai melakukan investasi di bursa saham Benua Kuning ini.

Banyak investor yang kembali berinvestasi di bursa saham Asia karena harga sahamnya yang sudah mengalami pemerosotan yang cukup tajam. Sejak perdagangan awal tahun ini, indeks Shanghai Composite sudah merosot sebanyak 9,38 persen, Hang Seng jatuh 17,57 persen, Straits Times ambrol 25,86 persen, dan Kospi terjun bebas sebanyak 19,66 persen. Technical rebound terjadi di bursa saham Asia karena banyaknya investor yang melakukan aksi borong.

Pandemi Corona (COVID-19) masih menjadi momok terbesar dalam perdagangan pasar di seluruh dunia. Dengan adanya pandemi ini, risiko perekonomian di seluruh dunia menjadi makin besar dan perkembangan menjadi tidak menentu.

 

mata uang trading forex

4 Mata Uang yang Berpengaruh di Trading Forex

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus

Rupiah Kembali Melemah Karena Infeksi Corona