in

Rupiah Kembali Melemah Karena Infeksi Corona

Rupiah Anjlok Akibat Harga Minyak Dunia Minus
Picture by Geralt on Pixabay

Nilai tukar rupiah kembali melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot di hari Senin (6/4) ini. Banyak investor yang mengalami kebingungan karena adanya pandemi virus Corona yang tidak kunjung berakhir. Pandemi Corona menjadi masalah yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini.

Di perdagangan hari ini, rupiah kembali melemah dengan nilai Rp16.400 per US$1 pada pembukaan pasar spot. Rupiah ada di posisi stagnan, sama persis seperti penutupan pasar minggu kemarin. Rupiah mengalami kemerosotan sebanyak 0,3 persen pada pukul 09.08 WIB ini, menurut CNBC Indonesia. Lagi-lagi rupiah harus berjalan kembali di jalan merah.

Pada perdagangan minggu kemarin, rupiah sudah mengalami pemerosotan sebanyak 1,86 persen melawah dolar AS. Banyak mata uang utama Asia yang mengalami kemerosotan terhadap greenback. Akan tetapi, rupiah masih mengalami pemerosotan terbesar kedua di Asia. Pelemahan terbesar dirasakan oleh won Korea sebanyak 2 persen.

Pada pembukaan pasar kali ini, rupiah masih memiliki tren itu mengalami pemerosotan. Faktor utama yang mempengaruhi ini adalah perkembangan virus Corona yang makin merajalela di seluruh dunia. Menurut data yang dirilis worldometers pada hari Senin (6/4) pukul 9.48 WIB, sudah ada 1.273.709 virus Corona terjadi di seluruh dunia. Jumlah kematian akibat virus ini sudah mencapai 69.456 orang. Di sisi lain, jumlah orang yang sembuh dari virus ini sudah mencapai 262.486 pasien.

Baca Juga  Strategi Bank Mandiri Hadapi Pelemahan Rupiah

Akibat penyebaran virus Corona yang tersebar di seluruh dunia, banyak negara yang menerapkan kebijakan lockdown dan pembatasan aktivitas publik. banyak perkantoran dan perindustrian yang harus tutup akibat adanya kebijakan ini. Selain itu banyak sekolah da kampus yang diliburkan sementara untuk menahan laju perkembangan virus COVID-19 ini. Akan tetapi dengan adanya pembatasan ini, perputaran roda ekonomi harus mengalami perlambatan.

Saham pilihan menopang IHSG

Bursa Saham Asia Merangkak Naik di Tengah Pandemi

KPR libur

Debitur KPR ‘Libur’ Cicilan Selama 1 Tahun