in

Ancaman PHK, Industri Penerbangan Meminta Insentif

Industri penerbangan
Photo by Ken Yam on Unsplash

Asosiasi maskapai penerbangan di Indonesia (INACA) menyatakan bahwa industri penerbangan di indonesia masih rentan akibat COVID-19 yang masih mengahantui. Hal ini dikarenakan banyaknya rute penerbangan yang harus dihentikan akibat virus Corona. Dengan adanya pemberhentian ini, beban maskapai penerbangan Indonesia juga makin besar akibat tidak adanya pemasukan.

Bayu Sutanto, Sekjen INACA, menyatakan bahwa jumlah penumpang penerbangan sudah merosot tajam sejak Maret 2020, seperti yang dilansir di CNBC Indonesia. Hal ini terjadi akibat adanya kebijakan pembatasan bepergian oleh pemerintah RI. Di bulan April ini bahkan sudah tidak ada booking penerbangan terjadi di berbagai industri penerbangan.

Dengan adanya penurunan booking, mempengaruhi banyaknya rute penerbangan yang harus dikurangi frekuensinya. Bahkan ada sejumlah maskapai yang memutuskan untuk berhenti secara sementara. Bayu juga menambahkan bahwa kondisi seperti ini akan terjadi hingga Mei 2020. Hal ini sejalan dengan masa tanggap darurat yang disuarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bayu memproyeksi sesi recovery industri penerbangan nasional bakal terjadi pada bulan Juni tahun ini. Oleh karena itu INACA telah meminta sejumlah insentif kepada Pemerintah RI. Insentif tersebut antara lain adalah permintaan relaksasi PPh 21, PPh 23 dan PPh 25.

Baca Juga  Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 27 Februari 2020

Selain itu asosiasi askapai juga berdiskusi dengan operator bandara untuk meminta keringanan. Keringanan tersebut adalah kebebasan biaya parkir pesawat di bandara hingga masa recovery terjadi beberapa bulan ke depan.

Selain itu banyak maskapai penerbangan yang melakukan negosiasi dengan lessor (perusahaan penyewa pesawat) dan asuransi pesawat. negosiasi itu akan membahas tentang penundaan pembayaran. Hal ini dikarenakan kondisi likuiditas maskapai sedang dalam kondisi yang tidak baik.

untuk memotong pengeluaran, INACA sudah melakukan pemotongan gaji terhadap karyawan yang harus dirumahkan. Akan tetapi, jika hal ini terus terjadi, pemutusan hubungan kerja (PHK) terpaksa harus dilakukan.

Berikut adalah 5 faktor yang mempengaruhi harga emas

Dihantui Resesi, Harga Emas Diproyeksikan Naik

harga kurs Rupiah

Update Harga Kurs Rupiah dan Kurs Dollar: 06 April 2020